Putusan Terbaik Untuk Abdul Wahid Kami Ikhtiarkan dengan Doa
Riau 30 Juli 2026 dipendopo Pendopo pesantren Nurul Azhar Syaikh Dr Abdul Mun'im Al Ghumari Mursyid Thariqah Syadziliyah,Habib Muhammad Haidar bin Syahab bersama para santri alim ulama Dan Tuan Guru UAS melaksanakan doa bersama untuk gubernur Riau Abdul Wahid.
Dari awal, kami mengikuti perkembangan kasus tuduhan tipikor kepada Gubernur Riau non aktif Abdul Wahid, Putra Melayu.
Setiap persidangan, mulai dari pembacaan dakwaan, pembuktian, sampai berakhir di pledoi, duplik dan replik, kami hadir. Kami mendriengarkan langsung kesaksian para saksi yang dihadirkan. Bahkan UAS dihadirkan sebagai saksi a de charge (meringankan). Bukan dari informasi dan asumsi orang lain. Kesimpulan kami, kami berbaik sangka bahwa Abdul Wahid tidak melakukan tuduhan pemerasan dan gratifikasi yang dituduhkan kepadanya.
Setelah empat bulan persidangan, di ujung, sebelum dibacakan putusan hakim, sebagai seorang muslim yang yakin dengan Allah dan segala perbuatan Allah, kami mengadukan sangka baik kami dan harapan kami, berdasarkan ilmu kami, melalui doa-doa yang dipimpin oleh para guru kami.
Di Pendopo Pesantren Nurul Azhar, Syaikh Dr. Abdul Mun'im al-Ghumari, Mursyid Thariqah Syadziliyah Shiddiqiyah, Tangier, Maroko, bersama UAS, Habib Muhammad bin Haidar Syahab, Para Kiyai peserta Majelis Hadis Nurul Azhar dari berbagai daerah, serta santri Pesantren Nurul Azhar mendoakan Bapak Abdul Wahid agar diberikan keputusan terbaik dalam putusan sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis, 3, Mursyid Thariqah0 Juli 2026.
S
Doa bersama dimulai dengan shalat Magrib, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin, Ratib al-Haddad, Hizb al-Bahr, Hizb al-Nawawi, dan doa serta ditutup dengan pelaksanaan shalat Isya berjamaah.
Dari Pedalaman Riau, di dusun Bagan Benio, Desa Tasik Serai, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, santri-santriwati Pesantren Nurul Azhar ikut membacakan surat Yasin, Ratib al-Haddad, Hizb al-Bahr dan Hizb Imam Nawawi, untuk mendoakan keputusan terbaik bagi Bapak Abdul Wahid.
Kami yakin setiap qadha' baik dan buruk bisa berubah dengan doa dan amal shalih. Maka kami panjatkan doa-doa kami kepada Nya. Karena Allah berfirman dalam QS : ar Ra'd: 39;
???????? ??????? ??? ???????? ??????????? ??????????? ????? ????????? ???
"Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Di sisi-Nyalah terdapat Ummul-Kit?b (Lauh Mahfuz)."
Di dalam Sunan Ibnu Majah terdapat hadis Rasulullah
???? ??????? ???????? ???????? ????????? ???????? ??? ??????? ???????? ????? ?????????? ??? ?????? ?? ???????? ????? ???????.
"Seorang hamba benar-benar bisa terhalang dari mendapatkan rezeki karena dosa yang dibuatnya. Dan tidak ada yang bisa menolak qadha' yang buruk kecuali doa, serta tidak ada yang bisa menambah panjangkan umur selain kebaikan."
Jika terjadi sesuatu yang kami harapkan, sesuai harapan kami, kami bersyukur kepada Allah. Jika tidak terjadi sesuai harapan kami, kami bersabar menerimanya.
Kata Syaikh Mutawalli Sya'rawi; "Jangan risau dengan semua perencanaan manusia. Paling hebat yang mereka buat, hanya sekedar melakukan apapun yang menjadi kehendak Allah".
Kami terima apapun yang menjadi kehendak Allah pada putusan pengadilan terhadap Jati Melayu, Abdul Wahid.
Komentar Anda :