Putra Kelahiran Kampar Pimpin Kemenkum Bengkulu, Masyarakat Riau Berharap Zulhairi Pulang Kampung
Minggu, 02-08-2026 - 11:56:00 WIB
KAMPAR — Nama putra daerah asal Kabupaten Kampar kembali menjadi perhatian. Zulhairi, S.H., M.H., yang kini dipercaya sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Bengkulu, mulai disebut-sebut sebagai salah satu putra daerah yang memiliki pengalaman dan kapasitas untuk ikut membangun daerah asalnya.
Berdasarkan profil resmi Kanwil Kementerian Hukum Bengkulu, Zulhairi lahir di Kampar, 19 Desember 1971. Sebelum dipercaya memimpin Kanwil Kementerian Hukum Bengkulu, ia telah melalui perjalanan panjang dalam birokrasi bidang hukum, termasuk bertugas di Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta dan Banten.
Zulhairi resmi menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bengkulu pada Juli 2025. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Kanwil Kemenkum Kepulauan Riau.
Dengan pengalaman panjang tersebut, muncul harapan dari sebagian masyarakat agar putra-putra terbaik Kampar yang telah berhasil meniti karier di luar daerah tidak melupakan tanah kelahirannya.
Apalagi, perbincangan mengenai bursa kepemimpinan Riau ke depan mulai muncul di tengah masyarakat. Sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman di pemerintahan dan birokrasi mulai menjadi perhatian.
Zulhairi memang belum pernah menyatakan dirinya akan maju dalam kontestasi politik di Riau maupun Kampar. Karena itu, penyebutan namanya saat ini lebih tepat dipandang sebagai aspirasi dan harapan masyarakat, bukan sebagai pernyataan pencalonan.
Masyarakat Riau tentunya membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki popularitas, tetapi juga pengalaman, kemampuan mengelola pemerintahan dan integritas.
Putra-putra daerah yang telah memiliki pengalaman di tingkat nasional maupun daerah dinilai memiliki modal penting apabila suatu saat memilih pulang kampung dan mengabdikan diri untuk masyarakat.
“Pulang kampung bukan sekadar kembali ke tanah kelahiran. Yang lebih penting adalah membawa pengalaman, ilmu dan kemampuan untuk memperbaiki daerah,” demikian harapan yang berkembang.
Bumi Lancang Kuning membutuhkan generasi baru yang mampu menjaga pemerintahan tetap bersih, memperkuat pelayanan masyarakat dan mengembalikan kepercayaan publik.
Kini tinggal menunggu, apakah para putra terbaik Riau yang telah sukses di luar daerah akan berani pulang kampung dan ikut memperbaiki Riau.
Komentar Anda :