Wawali Banjar Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga untuk Lindungi Perempuan dan Anak
BANJAR – Wakil Wali Kota Banjar H. Supriana mendorong penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi penting dalam menciptakan keluarga yang sejahtera sekaligus memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Hal itu disampaikan H. Supriana dalam kegiatan Sosialisasi Upaya Peningkatan Ketahanan Keluarga sebagai Fondasi Perlindungan Perempuan dan Anak Menuju Keluarga Sejahtera, yang digelar di Ruang Rapat Gunung Sangkur, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu PKK desa dan kelurahan se-Kota Banjar, Dharma Wanita Persatuan (DWP), organisasi wanita serta peserta lainnya.
Dalam sambutannya, H. Supriana mengatakan keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat dan daerah. Keluarga yang kuat, menurutnya, akan melahirkan anak-anak yang sehat, percaya diri, berkarakter dan memiliki masa depan yang baik.
Sebaliknya, berbagai persoalan dalam keluarga, mulai dari masalah ekonomi, pola asuh, komunikasi hingga persoalan sosial, dapat berdampak terhadap seluruh anggota keluarga, terutama perempuan dan anak.
“Penguatan ketahanan keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari keluarga, masyarakat, pemerintah desa dan kelurahan, hingga pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran ibu dalam membangun keluarga yang harmonis, sehat dan tangguh. Selain menjadi pengasuh dan pendidik pertama bagi anak, ibu juga berperan sebagai pendamping, teladan serta pengelola kehidupan keluarga.
Menurut H. Supriana, keterlibatan perempuan melalui organisasi PKK memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui PKK, para ibu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, mengembangkan kepemimpinan, berpartisipasi dalam pemberdayaan ekonomi keluarga serta menjadi penggerak di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan perempuan dan anak hingga kesejahteraan masyarakat.
“Ibu-ibu PKK memiliki posisi yang sangat strategis dalam upaya tersebut. PKK bukan hanya organisasi yang menjalankan berbagai program pemberdayaan keluarga, tetapi juga menjadi ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjar Hani Supartini mengatakan penguatan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan berbagai persoalan sosial, khususnya yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
Menurut Hani, keluarga harus mampu menjadi lingkungan pertama yang memberikan rasa aman, perlindungan dan perhatian kepada setiap anggotanya. Karena itu, peningkatan kapasitas keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Ketahanan keluarga ini menjadi salah satu upaya preventif. Ketika keluarga kuat, komunikasi terbangun dengan baik dan pola asuh berjalan positif, maka berbagai persoalan yang berpotensi terjadi terhadap perempuan dan anak dapat lebih dini dicegah,” kata Hani.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, organisasi masyarakat, kader PKK serta seluruh elemen masyarakat.
Hani berharap para peserta sosialisasi dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan ini, tetapi juga bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait penguatan keluarga dan perlindungan perempuan serta anak,” ujarnya.
H. Supriana juga berharap PKK dapat terus menjadi penggerak keluarga dalam mengelola ekonomi dengan baik, membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak, menerapkan pola asuh positif, mencegah kekerasan dalam rumah tangga serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak.
Ia menegaskan, ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, pendidikan dan spiritual.
“Keluarga harus menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan dan keteladanan,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap penguatan peran keluarga dan PKK dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menciptakan keluarga yang berdaya, tangguh dan sejahtera, sekaligus membangun lingkungan masyarakat Kota Banjar yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak.
Komentar Anda :