⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
STISIP Bina Putera Banjar Wisuda Sekitar 60 Lulusan, Dorong Alumni Berkontribusi untuk Masyarakat
Rabu, 09-09-2026 - 14:52:30 WIB
TERKAIT:
   
 

 


 


BANJAR – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bina Putera Banjar menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Lulusan Sarjana Tahun 2026 di Banjar Convention Hall (BCH), Rabu (9/9/2026).


Sekitar 60 lulusan dari Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Bisnis mengikuti prosesi wisuda tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 35 lulusan berasal dari Program Studi Ilmu Pemerintahan, sedangkan sisanya dari Administrasi Bisnis.


Ketua STISIP Bina Putera Banjar, Tina Cahyamulyatin, mengatakan wisuda menjadi momentum penting bagi kampus untuk melepas para lulusan agar dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah masyarakat.


“Kurang lebih ada 60 orang. Dari Ilmu Pemerintahan sekitar 35 orang dan sisanya dari Administrasi Bisnis,” ujar Tina.


Ia menjelaskan, sejumlah lulusan merupakan mahasiswa yang mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada tahun ini, STISIP Bina Putera Banjar meluluskan sekitar empat mahasiswa melalui jalur tersebut.


Menurut Tina, kelulusan mahasiswa RPL menjadi bukti bahwa program tersebut telah berjalan melalui proses akademik dan ketentuan yang berlaku.


“Ini angkatan pertama RPL. Kalau masih ada yang bingung atau ragu, ini sudah terbukti lulus dan ijazahnya sudah valid. Nomor ijazahnya juga sudah keluar,” katanya.


Tina menambahkan, seluruh ijazah lulusan telah melalui proses validasi, termasuk keabsahan ijazah serta penerbitan nomor ijazah.


Bahas Izin Belajar ASN


Pada kesempatan tersebut, Tina juga menyinggung mengenai kesempatan aparatur sipil negara (ASN) untuk melanjutkan pendidikan melalui program yang tersedia di STISIP Bina Putera Banjar.


Ia menjelaskan, persoalan izin belajar lebih banyak berkaitan dengan program pascasarjana yang saat ini memasuki angkatan pertama. Sementara untuk program sarjana, menurutnya, tidak terdapat kendala berarti dari sisi akreditasi.


“Kalau untuk yang S1, Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Bisnis sudah tidak ada masalah. Ilmu Pemerintahan sudah unggul, sedangkan Administrasi Bisnis saat ini berstatus B dan pada 2 Februari 2027 akan menjalani reakreditasi menuju unggul,” jelasnya.


Untuk program pascasarjana, pihak kampus terus melakukan berbagai persiapan agar proses akreditasi dapat berjalan maksimal sebelum program tersebut dikembangkan lebih jauh.


Tina juga menjelaskan perbedaan antara izin belajar dan tugas belajar bagi ASN. Dalam izin belajar, ASN tetap menjalankan tugas kedinasan sehari-hari sambil mengikuti pendidikan. Sedangkan tugas belajar merupakan penugasan kedinasan untuk mengikuti pendidikan sehingga ASN dapat meninggalkan tugas rutinnya selama masa pendidikan sesuai ketentuan.


Pihak kampus, lanjut Tina, juga telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kota Banjar terkait kesempatan bagi ASN di lingkungan Pemkot Banjar untuk melanjutkan pendidikan.


Wisudawan Diminta Percaya Diri


Lebih jauh, Tina berpesan kepada para wisudawan agar gelar sarjana tidak hanya dipandang sebagai pencapaian akademik, tetapi juga sebagai amanah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.


Ia meminta para lulusan memiliki kepercayaan diri serta mampu menunjukkan peran dan kompetensinya setelah menyandang gelar sarjana.


“Para wisudawan harus percaya diri dan bangga menjadi lulusan STISIP Bina Putera Banjar. Setelah menyandang status sarjana, mereka harus mampu menunjukkan peran di tengah masyarakat,” ujarnya.


Tina berharap para alumni dapat menjadi pribadi yang lebih berguna, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta mampu berkontribusi positif bagi daerah, bangsa dan negara.


STISIP Bina Putera Kembangkan Batik Cangkore


Tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, STISIP Bina Putera Banjar juga mendorong mahasiswa untuk menggali potensi dan identitas lokal. Salah satu yang dikembangkan adalah batik Cangkore.


Menurut Tina, pengembangan batik tersebut lahir dari kolaborasi antara kampus dan mahasiswa, termasuk mahasiswa yang memiliki keterampilan sebagai pengrajin batik.


Batik Cangkore dinilai memiliki nilai filosofis yang kuat sehingga berpotensi dikembangkan sebagai salah satu identitas budaya lokal Banjar.


“Ini menjadi salah satu upaya kami mengeksplorasi apa yang bisa dikembangkan dari Banjar. Salah satunya batik Cangkore yang memiliki filosofi luar biasa,” katanya.


Ia menjelaskan, motif dan filosofi Cangkore menggambarkan sifat fleksibel, tetapi tetap memiliki akar dan dasar yang kuat. Nilai tersebut dinilai relevan dengan kehidupan generasi muda yang dituntut mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.


Dalam proses pengembangannya, STISIP Bina Putera Banjar melibatkan mahasiswa. Saat ini produksi batik tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan mahasiswa asal Rajadesa.


“Produksinya masih berkolaborasi dengan mahasiswa. Mahasiswanya dari Rajadesa. Tetapi secara identitas dan hak kekayaan intelektual, ini tetap menjadi bagian dari STISIP Bina Putera Banjar,” pungkas Tina.


 




 
Berita Lainnya :
  • STISIP Bina Putera Banjar Wisuda Sekitar 60 Lulusan, Dorong Alumni Berkontribusi untuk Masyarakat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved