⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
SPPG Rejasari Banjar Bedakan Menu Siswa, Ibu Hamil dan Balita, Daging Sapi Dua Minggu Sekali
Senin, 14-09-2026 - 13:40:32 WIB
TERKAIT:
   
 

 


 


BANJAR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Banjar Langensari Rejasari menerapkan menu berbeda bagi siswa, ibu hamil, dan balita. Penyesuaian dilakukan berdasarkan kebutuhan gizi, usia, serta karakteristik masing-masing penerima manfaat.


Akuntan SPPG Kota Banjar Langensari Rejasari, Aditya, mengatakan menu untuk siswa dan ibu hamil secara umum memiliki konsep yang hampir sama. Namun, terdapat perbedaan pada komposisi protein dan jumlah atau gramasi makanan.


"Untuk siswa kita samakan dengan ibu hamil, tetapi bedanya ada di protein dan gramasinya. Untuk ibu hamil biasanya protein hewaninya lebih banyak," kata Aditya.


Sementara untuk balita, menu dibuat secara khusus agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak dalam mengonsumsi makanan. Selain komposisi, tekstur dan bentuk makanan turut menjadi pertimbangan.


Aditya mencontohkan, apabila menu untuk siswa berupa steak sapi, balita akan mendapatkan menu berbeda yang lebih ramah untuk anak, seperti sop sapi.


"Untuk balita sendiri kita bedakan menunya, yaitu menu yang ramah balita. Misalnya hari ini menunya steak sapi, untuk balita kita buat sop sapi," ujarnya.


Dalam penyusunan menu, SPPG juga tetap memperhatikan asupan protein hewani. Salah satunya melalui pemberian daging sapi yang dijadwalkan setiap dua minggu sekali.


Menu yang diberikan juga mempertimbangkan masukan dari anak-anak. Namun, tidak semua permintaan dapat direalisasikan karena harus disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis) penyediaan makanan bergizi.


Menurut Aditya, sejumlah makanan yang disukai anak-anak perlu dipertimbangkan kembali dari sisi keamanan dan kandungan gizinya. Salah satunya makanan yang menggunakan santan.


"Kita pilih-pilih yang baik dan sesuai juknis. Ada permintaan anak-anak yang memang tidak diperbolehkan atau lebih baik dihindari, misalnya makanan bersantan," katanya.


Selain pengaturan menu, SPPG Rejasari juga mengatur waktu produksi berdasarkan jadwal makanan dibagikan kepada penerima manfaat. Proses memasak dilakukan dalam beberapa sesi agar makanan tetap dalam kondisi layak ketika dikonsumsi.


Untuk makanan yang dijadwalkan dibagikan sekitar pukul 10.00 WIB, proses memasak dilakukan mulai sekitar pukul 06.00 WIB. Sedangkan makanan yang dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB diproduksi mulai sekitar pukul 08.00 WIB.


"Masaknya dibuat per sesi. Untuk yang jam 10, kita selesai masak sekitar jam 6. Setelah itu packing, cooling, kemudian diporsikan dan disiapkan untuk distribusi," jelasnya.


Ia mengatakan, dari proses produksi hingga makanan dikonsumsi diupayakan memiliki jeda sekitar empat jam. Karena itu, waktu memasak disesuaikan dengan jadwal pendistribusian makanan.


SPPG Kota Banjar Langensari Rejasari merupakan layanan pemenuhan gizi yang berada di Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. SPPG tersebut tercatat dengan ID SPPG MEGXMXVA, beralamat di Dusun Rancabulus RT 003/RW 004, Desa Rejasari.


Melalui pengaturan menu, komposisi gizi, serta waktu produksi tersebut, SPPG Rejasari berupaya memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat, sekaligus memperhatikan aspek kualitas dan keamanan pangan.


 




 
Berita Lainnya :
  • SPPG Rejasari Banjar Bedakan Menu Siswa, Ibu Hamil dan Balita, Daging Sapi Dua Minggu Sekali
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved