Ratusan Santri Al Azhar Citangkolo Dibekali Literasi Digital, Tangkal Hoaks dan Radikalisme
BANJAR – Ratusan santri Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, mendapat pembekalan literasi digital melalui kegiatan Forkopimda Menyapa Generasi Muda, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Santri Cerdas Bermedia: Menangkal Hoaks, Radikalisme, dan Polarisasi untuk Menjaga Keutuhan NKRI” tersebut menjadi ruang edukasi bagi para santri untuk memahami cara menggunakan media sosial secara bijak di tengah derasnya arus informasi digital.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjar Wawan Setiawan mengatakan, generasi muda menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan penguatan literasi digital karena sangat dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial.
Menurutnya, santri dan pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.
“Ini sosialisasi dan pembekalan kepada para santri dan pelajar terkait penangkalan hoaks dan radikalisme, dalam rangka mempersiapkan anak-anak yang memiliki jiwa Pancasila,” kata Wawan.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan juga mencakup wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila. Pembekalan disampaikan oleh sejumlah narasumber dari unsur pemerintah maupun aparat penegak hukum.
“Insyaallah tentang nilai-nilai kebangsaan yang akan diberikan oleh narasumber, baik dari kepolisian, tentara, kejaksaan, dan juga Kesbangpol,” ujarnya.
Wawan menilai kemampuan menggunakan media sosial tidak cukup hanya sebatas mengetahui cara mengakses dan membagikan informasi. Para santri juga harus mampu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.
Terlebih, informasi di ruang digital tidak seluruhnya memiliki sumber yang jelas. Konten yang dikemas dengan narasi provokatif juga berpotensi memengaruhi pengguna media sosial apabila tidak disikapi secara kritis.
Karena itu, para santri didorong tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran hoaks maupun konten yang dapat memicu perpecahan.
“Harapan kami terbangun jiwa-jiwa nasionalis, jiwa-jiwa Pancasilais, agar mereka menjadi generasi yang siap pada saat mereka nanti terjun di masyarakat,” katanya.
Wakil Wali Kota Banjar H. Supratna turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.
Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menentukan informasi yang dapat dipercaya dan informasi yang perlu diwaspadai.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo KH Muin Abdul Rohim menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, santri tidak hanya membutuhkan pendidikan agama dan pendidikan formal, tetapi juga wawasan untuk menghadapi perkembangan zaman.
“Untuk para santri di lingkungan Al Azhar, ini untuk meningkatkan dan memantapkan wawasan kebangsaannya agar lebih menghayati Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” ujarnya.
Ia mengatakan, media sosial kini menjadi salah satu ruang interaksi generasi muda. Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan media secara sehat menjadi bagian penting dalam membentuk sikap santri.
“Harapannya mudah-mudahan santri di mana pun mereka berada selalu menguatkan nilai-nilai Pancasila dan memupuk persatuan dalam kehidupan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para santri juga mendapatkan pemahaman mengenai potensi bahaya konten yang mengarah pada radikalisme, intoleransi, provokasi, hingga polarisasi.
Mereka didorong untuk tidak langsung mempercayai informasi yang diterima, terutama informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Setiap informasi perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dikonsumsi maupun dibagikan kepada orang lain.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Banjar H. Supratna, Sekretaris Daerah Kota Banjar Soni Harison, Pimpinan Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo KH Muin Abdul Rohim, serta Dandim 0613/Ciamis yang diwakili Wadanramil 1318/Langensari Kapten Inf Sarman.
Hadir pula Kapolres Banjar yang diwakili Kasat Reskrim Iptu Pramono Adi Sayang Buana, perwakilan Kejaksaan Negeri Banjar Muhamad Dedha Alipal selaku Kasubsi Intelijen, Camat Langensari Rina Purnamasari, Kepala Desa Kujangsari Mujahid, Kabag Kesra Ninding, Kasatpol PP Kota Banjar Irwan, jajaran Kesbangpol, serta unsur terkait lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan tidak hanya aktif menggunakan media sosial, tetapi juga mampu berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan memahami dampak dari setiap konten yang mereka konsumsi maupun sebarkan.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan menyaring informasi dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menjaga persatuan sekaligus menciptakan ruang digital yang lebih sehat dan kondusif.
Komentar Anda :