⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Playanan Publik Lakukan Vaksinasi Tahap II di Puskesmas Pataruman 1
Rabu, 03-03-2021 - 18:33:10 WIB
TERKAIT:
   
 

Banjar - Sebanyak 55 petugas pelayanan publik lakukan vaksinasi tahap II di Puskesmas Pataruman 1, Kota Banjar, Jawa Barat. Dimana tahap kedua ini, penerima vaksin sinovac Covid-19 petugas pelayanan publik menjadi prioritas.


 


Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas Pataruman 1, Dr. Ika Rika Ruhantika kepada awak media, Selasa (2 Maret 2021).


 


"Dari ke lima puluh lima petugas pelayanan publik terdiri dari anggota DPRD Kota Banjar, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjar, SMP Negri 1 dan anggota Babhinsa serta Babhinkamtibmas," paparnya.


 


Selama pemberian vaksin, lanjut Ika, ada beberapa yang petugas yang tidak bisa langsung diberikan vaksin. Hal itu disebabkan tensi terlalu tinggi.


 


Dikatakan Dr. ika, apabila tensi terlalu ekstrim mencapai 200, nanti kasih obat dan pemberian vaksin akan di pending beberapa hari. Namun apabila tensi diangka 180 dan terpantau, nanti kita tunggu dan dilakukan pengecekan tensi lagi hingga tensi ada perubahan menurun barulah bisa kita laksanakan vaksin.


 


Bagi yang sudah mendapatkan vaksin, Dr. ika menghimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Jadi setidaknya menjaga serta mencegah penularan virus covid-19.


 


Dengan melaksanakan vaksin, jadi tubuh kita mempunyai kekebalan. Akan tetapi bukan berarti kita bebas total dari virus covid-19.


 


"Jadi, diharapkan untuk tetap menerapkan protkes dalam beraktifitas," himbaunya publik lakukan vaksinasi tahap II di Puskesmas Pataruman 1, Kota Banjar, Jawa Barat. Dimana tahap kedua ini, penerima vaksin sinovac Covid-19 petugas pelayanan publik menjadi prioritas.


Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas Pataruman 1, Dr. Ika Rika Ruhantika kepada awak media, Selasa (2 Maret 2021).


"Dari ke lima puluh lima petugas pelayanan publik terdiri dari anggota DPRD Kota Banjar, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Banjar, SMP Negri 1 dan anggota Babhinsa serta Babhinkamtibmas," paparnya.


Selama pemberian vaksin, lanjut Ika, ada beberapa yang petugas yang tidak bisa langsung diberikan vaksin. Hal itu disebabkan tensi terlalu tinggi. (Cup) 


Dikatakan Dr. ika, apabila tensi terlalu ekstrim mencapai 200, nanti kasih obat dan pemberian vaksin akan di pending beberapa hari. Namun apabila tensi diangka 180 dan terpantau, nanti kita tunggu dan dilakukan pengecekan tensi lagi hingga tensi ada perubahan menurun barulah bisa kita laksanakan vaksin.


Bagi yang sudah mendapatkan vaksin, Dr. ika menghimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Jadi setidaknya menjaga serta mencegah penularan virus covid-19.


Dengan melaksanakan vaksin, jadi tubuh kita mempunyai kekebalan. Akan tetapi bukan berarti kita bebas total dari virus covid-19.


"Jadi, diharapkan untuk tetap menerapkan protkes dalam beraktifitas," himbaunya




 
Berita Lainnya :
  • Playanan Publik Lakukan Vaksinasi Tahap II di Puskesmas Pataruman 1
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved