Saat Libur Panjang Pasokan Gas LPG 3 KG Kerap Menghilang, Jumlah Ektra Drofing Dianggap Masih Kurang
Laporan Wartawan : Joy***
GARUT - Kelangkaan pasokan gas bersubidi (Lpg 3 Kg) di Kabupaten Garut, masih terus dirasakan oleh masyarakat, terutama pada hari libur. Hal ini terlihat di sejumlah pengecer gas Lpg 3 Kg, yang hanya menerima kriman tak lebih dari 30 tabung dalam setiap minggunya.
Kelangkaan Lpg 3 Kg, juga sangat dirasakan oleh masyarakat yang ada di pedesaan yang jauh dari perkotaan. Bahkan, mereka berani membeli dengan harga tinggi ketimbang tidak bisa beraktivitas.
Salah satu masyarakat, asal Kecamatan Leuwigoong, Herni, mengatakan, jika saat libur panjang keberadaan gas Lpg 3 Kg sangat sulit untuk didapat. Padahal, Lpg 3 Kg sangat dibutuhkan untuk aktivitas memasak, terlebih pada saat liburan panjang.
Hal ini juga sangat dirasakan oleh salah satu pengecer gas Lpg 3 Kg, yang ada di Kecamatan Tarogong Kaler, Yatno mengatakan setiap sepekan sekali hanya disediakan stok 30 tabung, jumlah itu langsung habis satu sampai dua hari, selebihnya masyarakat harus mencari gas ke tempat lain.
Kelangkaan gas Lpg serta penambahan ektra drofing dibenarkan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana. Menurutnyta, Kabupaten Garut masih kekurangan pasokan gas subsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan pelaku usaha terutama saat momentum libur panjang seringkali langka di pasaran.
" Ketersedian pasokan gas bersubsidi masih kurang. Terutama pada saat libur panjang. Sehingga berdampak pada lumpuhnya aktivitas ekonomi serta mengganggu kegiatan ibu rumah tangga," ucapnya, Minggu (14/3/2021).
Gania mengatakan, Kabupaten Garut memiliki jumlah kecamatan sebanyak 42 kecamatan. Selama ini agen dan panggakal belum mampu memasok ke seluruh desa, hal ini juga terkendala dengan stok gas dari pertamina serta jarak tempuh.
" Hasil penghitungan di lapangan membutuhkan gas subsidi sebanyak 25 juta lebih setiap tahun, sementara yang selama ini dipasok oleh Pertamina hanya 17 juta tabung setiap tahun. Alokasi harian sekitar 46.600 tabung, alokasi bulanan 1,4 juta tabung alokasi per tahun 17 juta, sedangkan kebutuhan Garut yang bisa mengendalikan kebutuhan prasejahtera itu alokasinya harusnya di atas 25 juta tabung per tahun,” ujar dia.
Guna memenuhi kebutuhan gas bersubsidi, Gania menyebutkan, Pemkab Garut sudah mengajukan permohonan tambahan pasokan gas, terutama pada saat momentum libur panjang. " Pada libur panjang, kerap terjadi peningkatan penggunaan gas Lpg bersubsidi, terutama terjadi pada pelaku usaha mikro.
“ Sekarang ini pihak pemda selalu mengajukan permohonan ‘extra dropping’ untuk mengatasi kebutuhan yang meningkat, tapi Pertamina tidak memperhatikannya, kalau kami ajukan permohonan 100 persen dari alokasi harian, Pertamina mengabulkanya 20 sampai 25 persen,” kata Gania.
Ia menjelaskan, alasan meminta tambahan stok gas subsidi itu karena saat ini di pasaran telah terjadi peningkatan permintaan masyarakat untuk kebutuhan memasak dan kegiatan usahanya.
Akibat kekurangan gas subsidi itu, kata Gania, seringkali yang disalahkan pemerintah daerah seperti momentum libur panjang saat ini terjadi peningkatan permintaan masyarakat.
Sementara hingga berita ini dilaporkan belum ada keterangan resmi dari pihak Hiswana Migas Kabupaten Garut, terkait minimnya stok dan kerap terjadi kelangkaan gas saat libur panjang.(*)
Editor : Drizal****
Komentar Anda :