Santri Pesantren Bustanul Ulum Berhasil Budidaya Melon Di Green House
Senin, 25-10-2021 - 20:03:34 WIB
Banjar - Santri Pesantren Bustanul Ulum di Desa Karyamukti Kecamatan Pataruman Banjar berhasil membudidayakan tanaman melon jenis Wakatobi dan Intanon dalam Green House, dan melaksanakan panen perdana pada hari Senin (25/10/2021).
Panen perdana buah melon yang diikuti oleh Walikota Banjar dan jajaran Forkopimda ini, menuai decak kagum Walikota Banjar setelah mencicipi manisnya melon hasil budidaya santri di Pesantren Bustanul Ulum.
Sebanyak hampir 920 batang pohon melon ditanam di Green House ini dan diperkirakan untuk panen pertama bisa menghasilkan 1 ton buah melon.
Perjuangan untuk budidaya melon dan menghasilkan buah yang super manis tersebut dilakukan selama 70 hari, mulai dari tanam sampai bisa dipanen, dan menghasilkan buah dengan kadar kemanisan sudah mencapai 14 break nya.
Dadan Nugraha salah seorang pengelola kebun melon di Green House menyampaikan tingginya harga melon hasil perkebunannya sebanding dengan kualitas buah melon.
" Saat ini untuk panen buah melon sudah ditampung oleh Superindo dan Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey Bandung, dengan kisaran harga Rp. 30rb sampai Rp. 35rb.
Dan ke depannya kami akan terus mengembangkan budidaya buah melon ini setelah panen pertama ini. Sekitar 2 minggu kita sterilisasi lahan ini, baru akan ditanam lagi, " ucapnya.
Sementara itu Hajjah Juariyah istri dari pimpinan pondok Pesantren Bustanul Ulum menceritakan ikhwal santrinya berhasil mengembangkan budidaya buah melon di Green House.
" Awalnya kita mengirimkan 3 orang santri untuk mengikuti pelatihan di Pesantren Al -Ittifaq Ciwidey, dan ternyata budidaya melon jenis wakatobi dan Intanon ini cocok di daerah sini. Dan Alhmdulillah saat ini kita bisa melakukan panen perdana. Untuk hasil panen sendiri, saat ini tidak dijual ke pasar, namun dari Al-Ittifaq langsung datang untuk mengambil hasil panen, " ucapnya.
Untuk pengembangan tanaman melon di Green House yang dilakukan oleh Pesantren Bustanul Ulum, pihak Dinas Ketahanan pangan, pertanian dan perikanan ( Distan) Kota Banjar akan mengkaji dan mengusulkan anggaran untuk membangun Green House supaya bisa diikuti oleh Kelompok tani atau Gapoktan.
" Ke depannya kita akan mengembangkannya lagi. Karena ini sesuai dengan program Kota Banjar menjadi Kota Agropolitan. Ini merupakan komunitas yang bagus, buah yang dihasilkan harganya lebih tinggi dan tentunya juga biaya produksi yang diperlukan juga tinggi. Dan mudah-mudahan dengan adanya Green House ini bisa terpicu untuk pengembangan lebih lanjut, " tutur Agus Kostaman Sekretaris Dinas Ketahanan pangan, pertanian dan perikanan Kota Banjar. (Lies)
Editor : BM
Komentar Anda :