Banjar - Sebanyak 150 orang penerima manfaat mengikuti operasi katarak yang diselenggarakan atas kerjasama antara Dinas Kesehatan Kota Banjar, Perhimpunan Dokter Mata Indonesia ( Perdami) serta Jabar Bergerak Kota Banjar, yang diselenggarakan di RS Asih Husada Langensari, Sabtu (30/10/2021).
Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih secara langsung membuka kegiatan bakti sosial yang melibatkan dokter spesialis mata dari Perdami serta tenaga kesehatan dari RS Asih Husada.
Menurut Walikota Banjar acara bakti sosial operasi katarak merupakan kegiatan yang pertama penggunaan ruang operasi di RS Asih Husada.
Dan ke depannya diharapkan RS Asih Husada bisa digunakan untuk kegiatan bakti sosial lainnya.
" Saya mengapresiasi kegiatan bakti sosial ini. Tentunya untuk Perdami, Selaras juga Jabar Bergerak yang menjembatani acara bakti sosial ini. Ini adalah bukti upaya kepedulian sosial pemerintah kota bersama Perdami dalam upaya meningkatkan mutu kesehatan masyatakat, " ucapnya.
Walikota menambahkan, " Saat ini target ada 150 orang untuk penerima manfaat operasi katarak, yang sebagian besar penduduk Kota Banjar, namun tidak menutup kemungkinan dari luar Kota Banjar juga bisa, " imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota didampingi kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar melihat secara langsung kegiatan operasi katarak di ruang operasi.
Setelah sebelumnya, seluruh penerima manfaat operasi katarak melakukan pengecekan administrasi kependudukan serta pengecekan kesehatan, seperti tidak memiliki darah tinggi, serta riwayat gula darah normal.
Operasi berjalan sekitar 15 menit, setelah diperiksa pasien diperbolehkan pulang, dan besok harinya diperiksa kembali untuk memastikan operasi berjalan mulus.
Sementara itu Sekretaris Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perdami Pusat Karina, menyampaikan dalam kegiatan bakti sosial operasi katarak saat ini membawa 12 orang dari Jakarta terdiri dari Dokter Spesialis Mata dan tenaga kesehatan serta dibantu Dokter Mata setempat, untuk menangani 150 orang operasi katarak.
" Kita melaksanakan bakti sosial operasi katarak ini selama dua hari, yaitu Sabtu dan Minggu. Kami bekerja sama dengan dokter Mata setempat dan Perdami Cabang Jawa Barat. Kami meminta ijin untuk melakukan baksos ini, dikarenakan wilayah Jawa Barat ini pasiennya banyak dan wilayahnya luas, dan Perdami cabang Jawa Barat tidak bisa menjangkau semuanya, sehingga kami membantu datang ke lokasi ini untuk melakukan operasi katarak, " paparnya.
Karina menambahkan, pelaksanaan operasi katarak saat ini harusnya dilaksanakan bulan-bulan kemarin, namun karena kondisi covid yang naik turun, sehingga ketika kondisi turun langsung melaksanakan baksos ini, tentunya dengan tetap memperhatikan prokes, pasien tetap melakukan swab begitu juga dengan tim medis.
" Niat kami ke sini untuk melakukan operasi. Tim dokter berharap semua pasien yang datang ke sini bisa dioperasi. Dengan hasil operasi yang bagus, tentunya pasien senang keluarga pasien pun senang.
Ketika operasi berhasil kita membantu dua orang produktif, artinya pasien yang tadinya tidak bisa apa-apa karena buta, setelah operasi hari ini bisa jalan sendiri. Dan keluarga yang tadinya nuntun-nuntun di rumah setiap hari, menemani kegiatan pasien, bisa kerja juga. Jadi dua orang yang tidak produktif, hari itu keduanya bisa bekerja semua, " pungkasnya. (Lies)
Editor : BM
Komentar Anda :