⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
10 Ekor Sapi di Banjar Mati Terjangkit PMK, 30 Ekor lainnya Sakit
Sabtu, 21-05-2022 - 11:16:23 WIB
TERKAIT:
   
 


Banjar-Sebanyak 10 ekor sapi di salah satu peternakan di Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, diketahui mati akibat terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sementara 30 ekor lainnya sakit dan kini dalam pengawasan serta perawatan intensif petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan setempat.

"Hampir semua sapi saat ini sakit kena PMK pak dan sepuluh sapi sudah mati," ucap pengelola kandang sapi, Abah Aa (21/5/22).

Abah Aa mengaku, sebelum puluhan sapi mati dan terjangkit PMK, pemilik kandang membeli sapi dari wilayah Manonjaya, Tasikmalaya. Diketahui empat sapi yang dibeli tersebut dalam kondisi sakit. Beberapa waktu kemudian puluhan ekor sapi lainnya juga diketahui sakit. Kini kondisi puluhan sapi yang terjangkit PMK di kandang tersebut, berangsur membaik

"Empat sapi yang dibeli dari Manonjaya sudah sakti dan beberapa hari kemudian sapi yang sudah ada di kandang juga ikut sakit, tapi sekarang sebagian besar sapi sudah mulai membaik meski belum bisa berdiri sendiri," tambah Abah AA.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar mengaku sudah melakukan penanganan secara ketat terhadap sapi yang terjangkit PMK.

"Kita sudah melaksanakan pengobatan bagi ternak yang sakit dan saat ini kami memantau ke seluruh peternak yang ada agar wabah ini tidak menyebar luas," ucap Agus Kostaman, kepala dinas Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar,melalui sambungan telepon.

Agus mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan 11 ekor sapi positif PMK dan sisanya sebanyak 19 ekor sapi memiliki gejala mengarah pada PMK. Selain memberi pengobatan dan pengawasan, pihak dinas juga melakukan pengawasan biosekuriti di seluruh kandang ternak di Kota Banjar dengan penyemprotan desinfektan dan membatasi keluar masuk hewan serta manusia ke wilayah kandang.

"Hasil pemeriksaan laboratorium sebanyak 11 ekor sapi dipastikan positif PMK dan sisanya gejala yang mengarah ke PMK," imbuh Agus Kostaman.

Agus mematikan, meski virus ini tidak menular kepada manusia, namun manusia bisa menjadi media perantara penularan. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar memberi imbauan kepada seluruh peternak agar sementara waktu tidak menerima kiriman ternak dari luar wilayah terutama dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. (Cup) 




 
Berita Lainnya :
  • 10 Ekor Sapi di Banjar Mati Terjangkit PMK, 30 Ekor lainnya Sakit
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved