Banjar - Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy akhirnya membuka kembali pintu saluran irigasi, yang sebelumnya ditutup total karena adanya pengerjaan Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi Lakbok Utara.
Proyek tersebut sempat menimbulkan dampak kekeringan bagi ribuan hektare sawah milik warga yang berada di 2 kecamatan, yaitu kecamatan Langensari dan Kecamatan Pataruman.
Kekhawatiran akan gagal panen untuk musim ini membuat petani yang bergabung di KTNA dan HKTI Kota Banjar sempat meminta solusi terbaik untuk permasalahan yang para petani hadapi. Sehingga akhirnya, tercapai kesepakatan antara pihak BBWS dengan para petani untuk membuka saluran air irigasi, supaya air bisa mengaliri sawah warga kembali.
Ketua KTNA Kota Banjar Abdul Kholik Ibrahim yang menghadiri pembukaan pintu air merasa gembira dengan terwujudnya harapan para petani, dan mengapresiasi pihak Pemerintah Kota Banjar juga BBWS yang telah memenuhi janjinya untuk membuka kembali saluran air, sehingga lahan sawah warga bisa kembali teraliri air.
" Alhamdulillah bahwa usaha kita bersama mendapat izin dari Allah SWT, sehingga semua berjalan lancar.
Dan tentunya saya sangat berterimakasih kepada Wali Kota Banjar yang begitu antusias mendukung kami berupaya meminta air, dan juga kepada pihak BBWS atas pengertian dan perhatiannya memberikan kesempatan air mengalir kembali, sehingga petani bisa panen dan gagal panen bisa dihindari, "ucapnya saat pembukaan pintu air irigasi, Kamis (08/09/2022) malam.
Menurut Abdul Kholik, pihak BBWS memberikan waktu 30 hari untuk membuka saluran air irigasi tersebut, yaitu dimulai dari tanggal 8 September sampai dengan 8 Oktober 2022.
" Semoga 30 hari ini cukup bagi kami. Dan kami juga berkomitmen dengan kesepakatan bersama. Ini tuntutan kami terakhir, setelah 8 Oktober nanti pintu air ditutup kembali, apapun yang terjadi kami tidak akan menuntut apapun, "tegasnya.
Kegembiraan warga atas dibukanya kembali pintu air irigasi ditanggapi oleh Kepala Desa Kujangsari Ahmad Mujahid, dimana sawah di daerahnya juga ikut terdampak dari Proyek Rehabilitasi Saluran Irigasi.
" Kami dari Desa Kujangsari sangat berharap sekali saluran air ini segera dibuka. Dan akhirnya bisa dibuka kembali malam ini. Mudah-mudahan dengan dibukanya saluran air ini, sawah-sawah di Kota Banjar bisa dialiri air kembali, sehingga padi yang tadinya terancam gagal panen, bisa panen kembali, " ucapnya dengan gembira.
Sebelum pintu air irigasi dibuka, pihak BBWS meminta kesepakatan dengan Pemerintah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis dalam bentuk surat, dimana pihaknya memohon adanya jaminan dari Pemerintahan agar tidak ada masyarakat yang menuntut kembali pengaliran air irigasi sehingga pekerjaan bisa diselesaikan sesuai target dan tepat waktu.
Hal tersebut diungkap pula oleh Kepala BBWS Citanduy, Bambang Hidayah saat ditemui di ruangannya, Rabu (07/09/2022) ketika saluran air sudah dibuka sesuai kesepakatan harus ada jaminan tidak ada lagi tuntutan dari warga.
" Kami juga meminta jaminan, setelah dibuka 30 hari kemudian ditutup kembali, tidak ada lagi tuntutan atau demo dari warga. Itu yang kami minta dari Wali Kota Banjar dan Bupati Ciamis, " ucapnya singkat. (Lies)
Editor : BM
Komentar Anda :