Yudha Puja Turnawan Hadiri Acara Bimbingan Teknis Penguatan Akselerasi Dalam Mendukung Gratieks
GARUT - Ketua DPC PDI Perjuangan Garut yang juga Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan menghadiri acara bimbingan teknis penguatan Akselerasi Dalam Mendukung Gratieks yang diprakarsai Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PDI-Perjuangan, Sabtu (17/09/2022).
Acara yang berlangsung diAula Hotel Agusta Jl Cipanas Garut itu bekerjasama dengan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok yang diikuti sebanyak 50 orang peserta terdiri dari para petani dan pengusaha pertanian.
Yudha mengaku mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Anggota DPR RI Ono Surono dan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok tersebut karena dinilai memberikan informasi, pengetahuan dan pemahaman kepada para petani dan masyarakat tentang Ekspor.
“Saya mengapresiasi Pak Ono Surona Anggota DPR RI Komisi 4 yang memang mitranya kemertian Pertanian, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Salah satu aspirasinya adalah meminta Kementerian mengadakan bimtek di Jawa Barat setiap Kabupaten/Kota salah satunya kabupaten Garut, yaitu bimbingan teknis penguatan Akselerasi Dalam Mendukung Gratieks,” tutur Yudha saat ditemui disela kegiatan pada para awak media.
Dikatakan Yudha Gratieks itu adalah tiga ekspor yang diamanatkan Pak presiden Jokowi paska pandemi covid -19 “beliau meminta kepada Kementerian Pertanian untuk mempus ekspor dari komodis Pertanian yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Sambung Ia, kemudian oleh menterinya pak Syahrul Yasin Limpo, dicanangkannya program Gratieks ini, tentunya sangat diperlukan karena selama ini juga memang banyak petani di Garut untuk ekspor masih menggunakan perantara. jadi tidak ada eksportir yang dari Garut .
“Tadi pun ada salah satu eksportir yang sudah Malang melintang masing-masing ikut ke eksportir yang lainnya masih join cargo,” tuturnya.
“Saya sangat mengapresiasi Bintek ini datang dari Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok yang memang pintu keluar masuk produk pertanian.Tentu tadi ini ada edukasi yang luar biasa, karena lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat Vito Sanitasi dalam arti ini layak ekspor, dibebas residu dan kualitasnya baik itu hanya lembaga tersebut.sehingga akhirnya kawan-kawan petani barusan ikut bintek dengan senang hati mereka mengetahui ternyata pintu paling utama ya di sini di Balai Besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dalam bimtek ini Dr Novriawansyah. SP, M.Si dan Dr Ai Srimulyati, M.Si menjelaskan fungsi Balai Besar Karantina dalam mata rantai ekspor dan impor komoditas pertanian. Berdasarkan Peraturan dari Organisasi Perdagangan dunia ( World Trade Organization ) komoditas pertanian bisa diekspor kalo sudah memenuhi SPS Measures atau Persyaratan Sanitari dan Fitosanitari antara lain seperti kualitas produk, pengepakan, penandaan, dan persyaratan keamanan pangan ( bebas residu pestisida ) Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok selaku otoritas karantina memiliki peran strategis untuk menjamin kesehatan dan keamanan produk pertanian tanah air mampu bersaing, karena Balai lah yang berhak mengeluarkan sertifikasi fitosanitari sebuah komoditas yang akan diekspor.
“Di Balai pula jendela informasi produk pertanian yang dibutuhkan negara lain. Narasumber yang ada menjelaskan pula bahwa setiap petani jangan berkecil hati untuk memulai ekspor walau belum memiliki perusahaan, selama petani menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) yaitu budidaya tanaman yang baik sesuai dengan standart yang ditentukan menggunakan teknologi maju ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga produk panen aman dikonsumsi oleh semua orang, maka pihak balai akan membantu proses ekspor. Pihak balai akan sangat terbuka untuk berkomunikasi intensif dengan para petani, Semoga petani di Garut khususnya dan Indonesia pada Umumnya “Bangkit Lebih Kuat, Pulih Lebih Cepat”, tandasnya
Komentar Anda :