KTNA dan HKTI Kota Banjar Mengadakan Rapat Kerja Bersama
Rabu, 26-10-2022 - 20:51:37 WIB
Banjar - Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA) dan Himpunan Kelompok Tani Indonesia ( HKTI) Kota Banjar mengadakan Rapat Kerja Bersama yang diikuti pengurus KTNA dan HKTI mulai dari pengurus Desa sampai Kota, di cafe Bakmi Palma Lingkungan Siluman Baru Purwaharja Kota Banjar, Rabu (26/10/2022).
Rapat kerja bersama yang sengaja dilakukan di luar ruangan bertujuan agar suasana dan pemikiran-pemikiran atau ide-ide bisa keluar dalam rapat tersebut. Hal tersebut seperti disampaikan Ketua KTNA Kota Banjar Abdul Kholik Ibrahim seusai acara Rapat Kerja Bersama tersebut.
" Salah satu yang menjadi pembahasan kami yaitu penentuan lokasi Hari Krida Pertanian (HKP) tahun 2023 yang rencananya akan dilaksanakan di Kelurahan Situbatu, " ucapnya.
Pembahasan berikutnya antisipasi yang berkaitan dengan kerawanan pangan, dimana ada masa akan memasuki resesi dunia.
Apa yang bisa dilakukan KTNA dan HKTI Terkait kerawanan pangan?
"Sebagai antisipasi kerawanan pangan, tentunya semampu kita. Dimana KTNA adalah mitra pemerintah. Dan KTNA adalah organisasi independen yang bersifat sosial ekonomi, yang punya jargon ' Ada dimana-mana tidak kemana-mana' artinya ketika masuk ranah politik sudah aman secara organisasi, kalau secara individu dipersilahkan, " paparnya.
Ketua KTNA Kota Banjar sendiri berharap, dengan adanya rapat kerja bersama ini, di masing-masing Desa/Kelurahan menindaklanjuti ke masing-masing petani.
Dan memberi pemahaman bahwa banyak aturan-aturan yang berubah, salah satunya subsidi pupuk.
" Tidak semua petani menggunakan kartu Tani dan memiliki kartu petani untuk mendapatkan pupuk subsidi. Ketika para petani tidak menggunakan pupuk subsidi, mau seperti apa? Karena bisa dibayangkan kalau menggunakan pupuk non subsidi. Dan pemerintah harus bisa menjawab bagaimana regulasi untuk membantu para petani. Dalam hal ini petani juga harus meningkatkan kemampuannya bahwa pupuk itu bukan hanya pupuk buatan (kimia), artinya ada pupuk alami atau pemanfaatan pupuk yang ada. Kemudian juga dengan efisiensi penggunaan pupuk, " pungkasnya. (Lies/BM)
Komentar Anda :