⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
GPTPD Menggelar Aksi Unjuk Rasa Menolak Kedatangan Anies Baswedan di Bumi Priangan
Sabtu, 19-11-2022 - 13:52:57 WIB
TERKAIT:
   
 

Ratusan massa yang bergabung dalam Gerakan Priangan Timur Untuk Pemilu Damai ( GPTPD) dari berbagai macam aliansi menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan Anies Baswedan di Bumi Priangan.  Kedatangan Anies Baswedan ke Tasikmalaya dan Ciamis yang direncanakan hari Sabtu dan Minggu ( 19-20/11/2022), ditolak secara tegas oleh Gerakan Priangan Timur untuk Pemilu Damai karena disinyalir akan membawa perpecahan di Bumi Priangan.


Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Lapangan ( Korlap) dari Gerakan Priangan Timur untuk Pemilu Damai ( GPTPD) Haris Sutarman, dimana penolakan terhadap Anies Baswedan bukan tidak berdasar.


" Kami secara tegas menolak kehadiran Anies di Bumi Priangan. Semuanya ada dasarnya. Ketika kita melihat perjalanan politik Anies Baswedan yang telah terbukti memecah belah DKI. Dimana saat itu saat Pilkada tahun 2017,Anies dengan strategi politik identitasnya menjual agama dan ayat untuk untuk mendapatkan dukungan dari organisasi terlarang yaitu HTI dan FPI, yang mana kita tahu tujuan dari HTI adalah menegakan khilafah, bahkan menjadi gesekan horizontal di DKI, " ucapnya saat ditemui di tengah-tengah aksi penolakan kedatangan Anies Baswedan, Sabtu (19/11/2022).


Selanjutnya, kehadiran Anies Baswedan ke Bumi Priangan saat ini tentunya juga akan membawa politik identitas. Dimana setelah pasca menjabat Gubernur DKI, Anies mulai melakukan kunjungan ke beberapa daerah, yang tidak bukan tidak lain diduga sebagai kegiatan gerilya politiknya untuk meminta dukungan maju dalam pemilihan Presiden tahun 2024.


" Kami mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat di Bumi Priangan akan bahaya politik identitas yang diusung Anies Baswedan tersebut. Karena tentunya dia akan kembali menjual agama dan ayat untuk kepentingan politik.
Ini bisa mengubah bumi Priangan yang aman, tentram dan kuat dalam persatuan menjadi terpecah belah karena kedatangan Anies Baswedan dengan tujuan kepentingan kekuasaan dengan menggunakan politik identitas yaitu menjual agama dan ayat, " tegasnya.


Haris juga meminta kepada pihak keamanan, KPU dan Bawaslu untuk dapat menghalau kepentingan politik identitas yang dibawa Anies Baswedan di Bumi Priangan.


"Sekedar mengingatkan, adanya kunjungan Anis berpotensi terjadinya gesekan horizontal atas kedatangan Anies Baswedan. Kami akan terus bekerja sama dengan elemen masyarakat lain untuk mengingatkan ancaman integritas bangsa jika kepentingan politik identitas dilakukan mengatasnamakan agama, " pungkasnya.




 
Berita Lainnya :
  • GPTPD Menggelar Aksi Unjuk Rasa Menolak Kedatangan Anies Baswedan di Bumi Priangan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved