⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Kang Emil dan Bunda Cinta bersama Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan Kepala Biro Perencanaan BKKBN Berkolaborasi dalam Kegiatan GRUDU
Rabu, 22-02-2023 - 14:02:47 WIB
TERKAIT:
   
 

Kota Banjar-Gubernur Provinsi Jawa Barat Pak Ridwan Kamil (Kang Emil), Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Ibu Atalia Praratya Kamil (Bunda Cinta) bersama Plt Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat pak Dadi Roswandi dan Kepala Biro Perencanaan Pak Wahindin melakukan monitoring dan pembinaan posyandu serta pelayanan KB di Posyandu Anggrek Perum PEPABRI pada hari Senin, 22 Februari 2023. Kegiatan ini diadakan dalam rangka peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Barat.


Acara dimulai dengan sambutan selamat datang oleh alumni SEKOCI dan tarian Sekoper Cinta sebagai bagian dari penyambutan. Selanjutnya, Bunda Cinta melakukan monitoring indoor dan meninjau pelayanan posyandu remaja, lansia, dan balita, termasuk bulan penimbangan dan imunisasi. Ia juga memberikan apresiasi terkait pelaksanaan kegiatan posyandu dan pengukuhan Satgas PAARedi Cekas. Selain itu, Bunda Cinta menyerahkan DACIN Digital kepada Lurah setempat, paket susu, sosis, telur, dan MP-ASI kepada 2 orang perwakilan anak. Ia juga memberikan makanan olahan ikan kepada pihak posyandu.


"Yang menarik di sini adalah posyandu balita posyandu remaja, dan posyandu Lansia "semuanya sudah tertib sekali, sudah ada 5 meja, dari mulai pendaftaran, sampai ke konsultasi dan juga pelayanan. Untuk kota banjar, satgas sudah dibentuk dan dikukuhkan kalau ada masalah dalam keluarga atau di lingkungan kita dengan terkait sesuatu yang membahayakan maka segera laporkan jangan khawatir karena ada untuk pemberian masukan dan lain sebagainya supaya keluarga kembali harmonis. Di tempat ini tidak ada stunting atau disebut Zero stunting di sini ternyata lebih banyak lansianya 30 target sasaran balita cuman ada satu pasangan muda maka artinya ini bisa dijadikan sebagai upaya kita bersama, supaya di sini keren maka satu kota bisa keren karenanya saya bersyukur sekali hari ini semua bekerja keras termasuk dari Depok yang hadir bersama kita". jelas Bunda Cinta


Setelah itu, dilakukan foto bersama dan dilanjutkan dengan monitoring outdoor. Di luar, terdapat pelayanan BKKBN (DAHSAT, sosialisasi KKA, dan KIE 1000 HPK), stand makanan olahan ikan, pojok sosialisasi BPOM, dan menu makanan sehat. Kegiatan pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh PD/Instansi Vertikal lainnya antara lain pengukuhan Satgas PAARedi Jabar Cekas oleh DP3AKB Provinsi Jabar, pembinaan kader oleh DPMD Provinsi Jabar, berbagi olahan ikan matang, dan sosialisasi program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting).


"Kita melakukan kegiatan GRUDUG JABAR yaitu gerakan turun ke desa untuk keluarga Jawa Barat tetapi kita integrasikan dengan kegiatan Sarling (siaran keliling) yang merupakan program dari ibu Ketua TP PKK provinsi Jawa Barat nah terkait peran BKKBN sendiri kita banyak melakukan beberapa kegiatan yang outputnya terbagi dalam beberapa hal, kita mulai mengadakan kegiatan pembinaan kepada kelompok TPK upaya peningkatan pendapatan keluarga yang outputnya adalah bahwa kelompok itu memperoleh nomor induk perusahaan itu outputnya, kemudian yang kedua kita juga mengumpulkan dan melakukan pembinaan kepada kelompok Bina Keluarga Balita dan outputnya adalah seluruh kelompok Bina Keluarga Balita memahami tentang definisi stunting terkait dengan perkembangan otak anak, ya jadi diajarkan bagaimana untuk bisa mengisi kartu kembang anak sekaligus mereka akan bisa mengisi secara online karena di Kota Banjar itu dari hasil rekapannya dari balita yang ada yang tercover dalam KK online baru 22% sehingga dengan kegiatan ini harapannya akan terjadi peningkatan kemudian, kita juga melakukan pengukuran duta genre kecamatan dan desa sehingga saat ini di Kota Banjar telah memiliki Duta genre sampai ke level Desa dann harapannya mereka menjadi corong agent of changes person atau menjadi wakil kita di level Desa bagaimana memberikan edukasi kepada remaja. Disamping itu kita juga melakukan pelayanan KB di Kota Banjar, kemudian kita melakukan pembinaan di Dapur sehat Atasi Stunting(DASHAT)" jelas Wahidin


"Untuk percepatan penurunan stunting di Jawa Barat, Kita melakukan pencegahan mulai dari hulu, persiapan dari calon pengantin khususnya remaja jadi kita sudah bekerja sama dengan KEMENAG memastikan bulan Maret ini semua calon pengantin itu mempunyai sertifikat Elsimil (Elektronik siap menikah dan siap hamil) karena kalau di hulunya tidak diurus nanti akan ada peningkatan angka preferensi stunting, angka Prevalansi stunting Jawa Barat itu bagus ya jadi kita keren secara angka. kita berharap remaja yang akan menikah dipastikan cek status gizinya pula apakah dia mempunyai anemia atau tidak dan laki-lakinya juga sehat, tidak sering begadang dan tidak merokok juga jauh dari narkoba dipastikan seperti itu sekarang dari 24,4 menjadi 20,2 untuk target nasional di 2024 adalah 14% masih ada 2 tahun untuk mencapai target tersebut". Lanjut Dadi.


Selanjutnya, dilakukan penyerahan kartu KIA kepada 2 perwakilan anak, buku karya Ibu Atalia kepada kepsek, dan APE dari BBPMP kepada Bunda PAUD Kota Banjar. Kemudian dilanjutkan dengan monitoring, termasuk pembagian makanan olahan ikan dan kegiatan membaca siswa.


Kegiatan yang dilaksanakan oleh PD/BUMD/Instasi Vertikal tetap berjalan setelah Bunda Cinta meninggalkan tempat kegiatan. Kegiatan tersebut meliputi parenting kepada orang tua siswa, sosialisasi strategi peningkatan APK PAUD untuk guru PAUD, perwakilan operator satdik dan operator disdik. Sosialisasi pangan dan jajanan sehat (Balai POM).


Kegiatan berlanjut dengan mengunjungi pelayanan KB di Dinas Kesehatan Kota Banjar PONED PUSKESMAS LANGENSARI II, Ketua Pokja Perwakilan BKKBN Prov.Jabar A.Syamsul Hadi memaparkan bahwa "Hasil pelayanan didapatkan IUD 13, IMPLANT 55, SUNTIK 53, MOP 3, PIL 2 dengan total sebanyak 126 akseptor yang dilayani dan
IVa test 76".


Kang Emil beserta Bunda Cinta hadir dalam acara Helaran Seni dalam rangka HUT ke-20 Kota Banjar. Acara tersebut diadakan di SMAN 2 Banjar dan dihadiri oleh kepala sekolah, pengurus MKKS, guru, siswa berprestasi, dan juga warga sekitar.


Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan laporan dari Ketua penyelenggara acara. Selanjutnya, Wali Kota Banjar de Uu Sukaesih memberikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang hadir.


Kang Emil kemudian memberikan sambutan dan secara resmi membuka kegiatan Helaran Seni. Helaran Seni ini melibatkan 25 Desa/Kelurahan, dan grup seni Kec. Ciamis. Kang Emil beserta Bunda Cinta berangkat menuju SMAN 2 Banjar.


Sesampainya di SMAN 2 Banjar, Gubernur Jawa Barat dan Bunda Literasi Provinsi Jawa Barat beserta rombongan disambut oleh Kepala Sekolah dengan penyerahan buket bunga dirangkaian dengan tarian penyambutan oleh siswa. Selanjutnya, dilakukan foto bersama di booth dengan Kepala Sekolah, pengurus MKKS, Guru, dan siswa berprestasi di bidang ekskul.


Kang Emil menjelaskan "Mohon izin hari ini adalah hari penting kenapa?, karena ada peristiwa bersejarah yaitu melindungi lahir batin kebahagiaan, rasa aman, nyaman siswa-siswi di Jawa Barat. Kenapa ini penting karena pak gubernur zaman SMP adalah korban dari bully/peruntungan apa yang terjadi Allah Maha adil yang dibully menjadi gubernur Jawa Barat. Hari ini saya berpikir jangan sampai apa yang saya rasakan pada saat SMP terjadi di daerah hari ini, dulu saya tidak bisa curhat, dimana guru BP susah dicari, saya pas mau ke sekolah saking takutnya, takut ketemu geng bully saya melipir ke samping mencari jalan yang aman untuk masuk ke sekolah, saya merasakan betul perasaan orang-orang yang dibully atau bahasa Indonesia adalah perundungan karena hari ini zaman digital maka semua urusan bisa dipercepat dengan digital sehingga adik-adik bisa melaporkan perundungan ke pak gubernur melalui aplikasi STOPPER(sistem terintegrasi olah pengaduan perundungan Jawa Barat) dengan tiga cara pelaporan yaitu melalui WhatsApp, melalui QR code, dan melalui website. ada 4 box yang didedikasikan untuk berbeda-beda satu untuk siswa kedua untuk guru BP sebagai operator KCD sebagai unit pemerintah dan komite sekolah dan komite sekolah"


Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan band dan solo singer siswa, serta dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Acara dilanjutkan dengan penampilan Jurus Jabar Cekas dirangkaikan dengan demonstrasi P3K oleh PMR sekolah dan gerakan Nasional AKSI BERGIZI.


Kang Emil memberikan motivasi sebelum dilakukan Launching aplikasi Anti Bullying (STOPPER) yang ditandai dengan pemukulan kendang secara serentak diiringi angklung. Kemudian, siswa-siswi melakukan Deklarasi Sekolah Toleransi (anti radikalisme, anti hoax, sekolah ramah anak, anti bullying).


Di SMAN 2 Banjar, terdapat penyerahan plakat dari kepala sekolah, Piagam Sekolah Toleransi oleh Kaban Kesbangpol Jabar, Piagam Sekolah Anti Hoaks oleh Kepala Diskominfo Jabar didampingi Ketua Jabar Saber Hoaks, pemberian Rollet KRR kepada PIK-R, SMAN, SMAN 2 Banjar, serta penyerahan 3 paket Al-Qur’an kepada perwakilan LKS LU Semesta 199, LKS LU Darma Bakti, LKSA Miftahul Ihsan, dan 1 Paket Al Qur’an Braille kepada perwakilan PERTUNI Kota Banjar yang diserahkan oleh Kadinsos Provinsi Jawa Barat. (BDN).




 
Berita Lainnya :
  • Kang Emil dan Bunda Cinta bersama Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat dan Kepala Biro Perencanaan BKKBN Berkolaborasi dalam Kegiatan GRUDU
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved