Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Banjar secara tegas mengatakan akan melakukan aksi unjukrasa terhadap pihak -pihak yang berkaitan dengan pembangunan irigasi yang saat ini diketahui mengalami rusak. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua IMM STIT Muhammadiyah Kota Banjar, Muhammad Nugia Alamsyah kepada media Kamis (16/03/2003).
Menanggapi kerusakan irigasi di Bantarheulang Bangunharja, Ketua IMM STIT Muhammadiyah Kota Banjar mengatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut.
" Sangat disayangkan sekali, anggaran Rp. 47 Milyar untuk pembangunan saluran irigasi tersebut terbuang sia-sia. setelah diketahui ada kerusakan irigasi di Bantarheulang Bangunharja. Dan akibat kerusakan tersebut berimbas kepada petani, karena tidak bisa menikmati manfaat dari irigasi tersebut, "ucap Nugia.
Ketua IMM STIT Muhammadiyah Kota Banjar menyampaikan keinginannya kepada pihak terkait untuk segera memperbaiki irigasi yang rusak tersebut secepatnya. Agar tidak ada menimbulkan kesalah fahaman warga terhadap pihak yang terkait.
" Saya harap semua ini dapat dipertanggung jawabkan, karena warga setempat ingin mendapatkan hidup yang aman dan terbaik.
Mudah-mudahan pihak terkait dapat bekerja dengan profesional. Seandainya kerusakan irigasi tersebut tidak segera diperbaiki, kami akan melakukan aksi unjuk rasa, dan kami tunggu hingga pasca Idul Fitri, " tegasnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Citanduy melalui humas Balai Besar Wilayah Sungai bbws Citanduy Rahmat Syah ST menyampaikan kerusakan yang terjadi menjadi catatan baik untuk BBWS Citanduy maupun konsultan. Bahkan juga sudah disampaikan kepada pihak penyedia jasa.
Bahkan titik-titik kerusakan sudah diberi tanda oleh konsultan didampingi bbws citanduy. Total ada lima titik yang menjadi kerusakan dan semua sudah menjadi catatan.
"Kita monitoring dalam waktu Desember 2022 baru lima titik dan BRO 8-10 dan BPM ada tiga titik. Kondisi seperti itu sejak Desember 2022. Itu sudah diberi tanda oleh konsultan supervisi dan dari kami", ucapnya.
Diduga kerusakan jadi akibat dorongan air dari gunung yang menabrak dinding, dan pembangunan saluran irigasi tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi konstruksi termasuk permasalahan besi.
Konstruksi dan spesifikasi, metode kita mulai dari pembersihan lahan, pasang warnes dan langsung lapis beton. Kita melakukan pekerjaan ini mengikuti exiting pasangan batu. Tidak ada pembongkaran.
Langsung ditempel. Adanya existing diuntungkan kita dibanding membongkar lagi ungkap Rahmat.
Terkait perbaikan, kata rahmat sudah disampaikan perusahaan dan direncanakan setelah hari raya Idul Fitri 144 Hijriyah "kita sendiri Ingin secepatnya tetapi terkendala buka tutup air karena ini berimbas pada petani lagi kita menunggu waktu hasil pertanian. Kalau sekarang, bisa kita bisa lakukan sekarang", tutupnya.
Komentar Anda :