Banjar - Wakil Wali Kota Banjar H.Nana Suryana, S.Pd, M.H menghadiri acara Halal Bihalal bersama DPD BKPRMI Kota Banjar, yang diadakan di Aula Somahna Bagja Dibuana Kantor Sekretariat Daerah Kota Banjar, Minggu (07/05/2023).
Kegiatan Halal Bihalal sekaligus silaturahmi yang merupakan kegiatan dari DPD BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia), selain dihadiri oleh Wakil Wali Kota Banjar, hadir pula Ketua DMI Kota Banjar, Ketua DPD BKPRMI, Para Ulama, Tokoh Masyarakat, Para Guru TKA/TPA di Kota Kota Banjar. Kegiatan berlangsung dengan penuh rasa keakraban dan kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Banjar menyampaikan Minal Aidzin Walfaizin mohon maaf lahir batin, setelah selama satu bulan menjalankan ibadah puasa di Bulan Ramadhan kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara Halal Bihalal.
H.Nana pun memberikan apresiasinya atas terselengaranya kegiatan Halal Bihalal, di mana kegiatan ini merupakan pertemuan yang sangat luar biasa, karena di sini para guru-guru TKA dan TPA bisa berkumpul dan bersilaturahmi.
Dan berpesan untuk tetap terus berjuang untuk menciptakan generasi muda yang baik dalam ahklakul karimahnya.
" Walaupun saat ini perhatian pemerintah belum maksimal kepada para guru-guru TKA/TPA ini, namun saya yakin dengan rasa ridho dan ikhlas dari para guru ini tetap semangat untuk terus berjuang untuk menciptakan generasi muda yang baik dalam akhlakul karimahnya, " ucapnya.
Ada pesan yang sempat disampaikan Wakil Wali Kota Banjar kepada para guru TKA/TPA yaitu akan bahaya ketergantungan anak-anak akan gawai (HP).
" Tolong sampaikan kepada para orangtua akan fenomena yang terjadi saat ini yaitu akan ketergantungan anak-anak terhadap gawai (HP), ini akan terasa 10 tahun kemudian. Anak muda kita akan menjadi anak muda yang apatis dan asosial. Dan ini sangat berbahaya, " ujarnya.
Disinggung tentang kesejahteraan yang belum maksimal diperoleh oleh para Guru TKA/TPA, Ketua DPD BKPRMI Kota Banjar Tasim membenarkan adanya honor bagi para Guru TKA/TPA dari APBD, namun belum maksimal.
" Para Guru di sini mendapatkan honor yang berasal dari APBD yang dibayarkan setiap satu tahun sekali, dimana setiap bulannya mendapat Rp. 50.000," ucapnya.
Walau dengan kesejahteraan yang sangat minim tersebut, namun tetap disyukuri dan tetap berusaha untuk mengajukan ke pemerintah, terkait honor para Guru TKA/TPA. Serta berharap Pemerintah dan stakeholder bisa lebih memperhatikan nasib para Guru TKA/TPA
" Segini juga sudah Alhamdulillah ada perhatian dari Pemerintah. Karena kami bergerak pun bukan sekedar untuk mencari honor (materi) di sini, namun kami rela berjuang untuk anak-anak kami, untuk generasi muda yang lebih baik lagi, " harapnya.
Komentar Anda :