Abdul Mutholib Pengusaha Telur Ayam Berkomitmen Wujudkan Desa Sipungguk Sebagai Ikon Wisata Daerah
Sipungguk, Kampar – Abdul Mutholib, seorang pengusaha sukses dan calon Kepala Desa Sipungguk, memiliki visi besar untuk menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kampar. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, ia berencana mengembangkan Desa Sipungguk menjadi ikon wisata daerah yang menarik bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.
Salah satu program unggulan Abdul adalah menata kembali potensi wisata Sungai Gelombang, yang memiliki daya tarik tersendiri. Ia merencanakan pembangunan panggung dan saung-saung indah di sepanjang pinggir sungai untuk memberikan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung.
“Sungai Gelombang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan. Dengan penataan yang baik, kita dapat menghidupkan sektor pariwisata desa dan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat,” ujar Abdul Mutholib.
Namun, pembangunan Desa Sipungguk sebagai desa wisata juga akan diiringi dengan penerapan nilai-nilai agamis. Abdul menegaskan bahwa wisata Sungai Gelombang akan ditutup setiap hari Jumat untuk menghormati waktu ibadah.
“Kita ingin menjadikan Desa Sipungguk sebagai desa wisata yang tidak hanya menarik secara fisik tetapi juga memiliki karakter agamis yang kuat. Dengan menutup wisata setiap Jumat, kita memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk fokus pada ibadah,” jelasnya.
Sebagai seorang pengusaha telur ayam yang telah lama menjalin kerja sama dengan pemerintah, terutama dalam mendukung program keluarga harapan (PKH), Abdul memiliki rekam jejak yang kuat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia turut menyediakan kebutuhan telur untuk program PKH yang didistribusikan kepada para penerima manfaat. Menurutnya, pengalaman berwirausaha mengajarkan kemandirian, inovasi, dan cara mencari penghasilan yang halal.
“Bagi saya, berwirausaha adalah jalan hidup yang mengajarkan kemandirian. Di sini saya belajar bagaimana mengasah otak untuk mendapatkan penghasilan secara halal,” ungkapnya.
Selain pengembangan pariwisata, Abdul juga berkomitmen memberikan pelayanan administrasi yang mudah dan gratis di kantor desa. Ia memastikan bahwa pengurusan dokumen seperti KTP dan lainnya tidak akan dikenakan biaya.
“Kemudahan dalam pelayanan administrasi adalah salah satu cara kami menunjukkan bahwa pemerintah desa benar-benar melayani. Tidak ada biaya untuk pengurusan dokumen di kantor desa,” tegas Abdul.
Dengan kombinasi program desa wisata, nilai-nilai agamis, dan pelayanan administrasi yang prima, Abdul Mutholib berharap dukungan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Desa Sipungguk sebagai desa wisata yang maju, berdaya saing, dan penuh berkah.
(Advertorial)
Komentar Anda :