Agenda besar Hari Ulang Tahun Kota Banjar seharusnya dimaknai bukan hanya sebatas perayaan namun juga menjadi peringatan bagi kita semua khususnya masyarakat Kota Banjar. Momentum bersejarah ini perlu diisi dengan hal-hal yang berdampak positif bagi masyarakat, setiap agenda/ acara yang dijalankan sudah sepatutnya benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya segelintir saja terlebih hanya dikalangan organisasi pemerintah daerah. Apalagi dengan menggelar kegiatan yang terkesan minim konsep dan jauh dari makna peringatan Ulang Tahun itu sendiri.
Bagi masyarakat Kota Banjar, memperingati Hari Ulang Tahun tidak boleh dimaknai sebatas sebuah ceremony semata, karena secara esensi Hari Ulang Tahun Kota mempunyai makna yang begitu mendalam, memberikan pelajaran dan semangat perjuangan yang begitu berharga, yang menjadi alasan obyektif berkembangnya Banjar sebagai sebuah Kota. Sejarah telah mencatat, bagaimana perjalanan Kota Banjar hingga saat ini yang begitu hebat, sehingga kita patut memperingatinya.
Setiap menjelang hari ulang tahun, selalu mengingatkan kepada kita arti dari perjalanan hidup terdahulu dan evaluasi kegiatan hidup di masa kini serta strategi untuk kehidupan mendatang. Ketiga dimensi waktu ini selalu menjadi perenungan bagi setiap Hari Ulang Tahun bagi siapapun, termasuk Ulang Tahun sebuah Kota seperti Kota Banjar ini, yang jatuh pada tanggal 21 Februari.
Kota Banjar yang saat ini menginjak usia 22 tahun sejak menjadi Kota pada tahun 2003 tentu banyak hal telah dilakukan oleh Pemerintah Kota, namun demikian berbagai persoalan ditengah masyarakat masih banyak yang belum terselesaikan. Seperti halnya kemiskinan yang masih jadi sorotan, minimnya daya beli masyarakat yang berpengaruh terhadap perputaran ekonomi, angka pengangguran yang tinggi dan lapangan kerja yang sangat minim, hingga masalah kesejahteraan sosial masyarakat yang masih belum sepenuhnya terpenuhi, termasuk juga upah pekerja yang masih bertahan dengan predikat upah terendah se-Jawa Barat. Belum lagi defisit anggaran, prilaku ASN yang berkaitan dengan implementasi good government serta pengentasan kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang belum terselesaikan.
Di saat event Ulang Tahun inilah seharusnya pemerintah melakukan suatu tindakan dan jiwa besar untuk mengkaji kembali tentang apa-apa yang telah dilakukan dan menyusun perencanaan yang akan dilaksanakan sebagai antisipasi terhadap masalah-masalah yang muncul dimasa mendatang. Bukan justru malah sekedar bereuforia semata.
Saya kira peristiwa Ulang Tahun ini juga sekaligus mengingatkan kita semua bahwa pemerintah dibentuk adalah untuk melayani masyarakat dan dengan pemahaman ini sudah tentunya kita perlu melihat secara komprehensif atas capaian-capaian yang belum sepenuhnya terpenuhi terutama dalam melayani keinginan dan memenuhi kebutuhan tuntutan masyarakat.
Dengan cara ini kita memahami makna Ulang Tahun, maka kita telah mampu menempatkan Ulang Tahun itu justru sebagai momentum untuk melakukan perenungan yang mendalam, bukan Ulang Tahun itu dilihat dari segi ceremoninya semata. Momentum Hari Ulang Tahun ini pun mengingatkan kita tentang peranan orang-orang yang meletakkan dasar pertama berdirinya sebuah Pemerintahan Kota, dan belajar mencari sisi positif dari apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu dari para pemimpin pemerintah Kota ini dan dengan demikian kita memiliki perbandingan yang komprehensif didalam menetapkan arah kedepan bagi kelangsungan kegiatan dari pemerintah Kota.
Jika menilik dari tema Hari Ulang Tahun kali ini yakni "Banjar Berdaya, Bangun Masagi" maka implementasinya yang perlu dikedepankan.
Karena ketika suara dan jeritan rakyat hanya menjadi gema yang tak pernah terdengar, digantikan dengan lagu yang dinyanyikan secara karaoke, disitulah saatnya kita pertanyakan bagaimana yang sebenarnya Kota ini akan berjalan kedepan?
Dirgahayu Kota Banjar tercinta pada HUT ke-22. Semoga wajah Kota menjadi lebih berdaya dan masyarakatnya dapat melihat segala persoalan kota yang kompleks dengan kritik yang lebih mengedepankan kemajuan kota dan adil, makmur bagi masyarakat, serta Kota Banjar menjadi Kota yang unggul disegala aspek kegiatannya.
Yang pasti semarak perayaan dan peringatan kali ini semakin menurun, antusias masyarakat dinilai minim terkecuali pada kegiatan pawai alegoris/ kirab janur. Di kegiatan lainnya terkesan ceremonial saja, seolah hanya tuntas kewajiban dalam menggelar event yang seharusnya gebyar dan dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Nampak juga di desa-desa dan kelurahan yang biasanya peringatan/ perayaan ulang tahun kota banyak diperbincangkan oleh masyarakat, namun kali ini biasa saja.
Jika melihat tahun lalu, mungkin masih meriah yang lalu daripada sekarang. (Ir. Herwanto)
Komentar Anda :