⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Tanggapan Atas Kritikan Berlebihan Terhadap Gubernur Riau
BEM se-Riau: Mari Kedepankan Etika, Redam Ketegangan, dan Bangun Dialog untuk Kemajuan Riau
Kamis, 05-06-2025 - 22:00:40 WIB
Korpus BEM SRI, Ahmad Deni Jailani
TERKAIT:
   
 

Riau - Kritik pedas dari Mantan Anggota DPR RI melalui Pergantian Antar Waktu (PAW) Sayed Abubakar Assegaf terhadap Gubernur Abdul Wahid, mendapat respon dari berbagai kalangan.


Koordinator Pusat BEM se-Riau, Ahmad Deni Jailani, kepada awak media, Kamis (05/06/2025), menyampaikan pandangan dimana mahasiswa mendorong etika dalam berdialog dan semangat membangun bersama.


Ahmad Deni menyatakan bahwa kritik adalah bagian penting dari demokrasi, tetapi harus disampaikan secara santun, proporsional, dan tidak merendahkan martabat pribadi maupun jabatan publik.


“Kami menilai pernyataan Sayed Abubakar yang menyebut Gubernur sebagai ‘gubernur omon-omon’ dan menyamakan situasi dengan ‘ngemis ke Jakarta’ bukanlah bentuk kritik yang mencerdaskan. Sebagai tokoh Riau yang pernah berkiprah di nasional, beliau semestinya memberi contoh bagaimana menyampaikan kritik secara berkelas dan solutif,” ujar Ahmad Deni.


Ia menambahkan, kritik yang bernada merendahkan hanya memperkeruh ruang publik dan berpotensi memecah kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan.


“Kami tidak membela individu, tapi kami membela etika publik. Riau tidak butuh olok-olok politik, Riau butuh gagasan yang mendorong solusi atas krisis yang sedang dihadapi bersama,” tambahnya.


Ahmad Deni juga menanggapi pernyataan emosional sejumlah pendukung Gubernur, yang menggambarkan beratnya beban psikologis pemimpin daerah.


“Kami memahami itu, tapi sikap terbuka terhadap kritik tetap harus dijaga. Sebaliknya, kritik pun harus dibangun dengan tanggung jawab moral, bukan sekadar memancing sentimen.”


Sebagai langkah konkret, BEM se-Riau akan segera menggelar Forum Mahasiswa untuk Riau Bangkit sebagai ruang dialog terbuka antara mahasiswa, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil guna merumuskan jalan keluar bersama atas persoalan daerah.


“Kami tidak hadir untuk memperpanjang konflik, tapi untuk menjadi jembatan pemikiran. Riau adalah rumah kita bersama, dan membenahinya harus dengan pikiran jernih dan semangat kolaboratif,” tutup Ahmad Deni dengan tenang.


(***)




 
Berita Lainnya :
  • BEM se-Riau: Mari Kedepankan Etika, Redam Ketegangan, dan Bangun Dialog untuk Kemajuan Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved