Kubah Bocor, Anggaran Pun Diduga Ikut Bocor
Proyek Islamic Center Kampar Dinilai Gagal Atasi Masalah Utama
Jumat, 08-08-2025 - 15:00:31 WIB
Kampar – Proyek perbaikan Islamic Center Kampar kembali menuai kritik tajam dari warga. Meski telah dilakukan perbaikan tahun lalu, kondisi bangunan yang menjadi ikon keagamaan masyarakat Kampar itu dinilai tidak kunjung tuntas, bahkan meninggalkan masalah serius di bagian kubah yang kini bocor di berbagai titik.
Saat hujan turun, air merembes masuk ke dalam masjid, mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan jemaah. Kerusakan pada kubah terlihat mencolok dan dikhawatirkan semakin parah jika tidak segera ditangani.
> “Setiap kali hujan, air menetes dari atas kepala kami saat salat. Ini memalukan dan menyedihkan. Islamic Center ini simbol umat, tapi keadaannya sekarang memprihatinkan,†keluh salah seorang warga Kampar yang enggan disebutkan namanya.
Warga menilai, perbaikan tahun lalu lebih banyak menyentuh tampilan luar bangunan, seperti pengecatan dan penataan halaman, sementara bagian vital seperti atap dan struktur kubah justru diabaikan. Padahal, kerusakan di bagian tersebut telah dikeluhkan sejak lama.
Proyek Dianggap Gagal, Anggaran Dipertanyakan
Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Kabid Cipta Karya Erizal, saat Hambali menjabat sebagai Penjabat Bupati Kampar. Sejumlah pihak menilai proyek tersebut gagal secara perencanaan dan pengawasan, bahkan membuka peluang terjadinya pemborosan anggaran.
Seorang pengamat lokal menyebut, jika proyek hanya memperindah wajah bangunan tanpa menyentuh inti persoalan, maka penggunaan anggaran patut dipertanyakan.
> “Proyek ini terkesan hanya kosmetik. Kalau kubah masih bocor, berarti pekerjaan inti tidak disentuh. Lalu ke mana larinya anggaran miliaran itu?†ujarnya.
Anas: Jika Kubah Bocor, Anggaran Pun Bisa Ikut Bocor
Sorotan lebih tajam datang dari tokoh pemuda Kampar, Anas, yang menyindir bahwa proyek ini bukan hanya soal teknis bangunan, tapi juga soal dugaan kebocoran anggaran.
> “Kalau kubahnya bocor, tentu anggarannya juga ikut bocor. Dan namanya kebocoran, pasti ada yang menampung,†sindir Anas.
Pernyataan ini menambah deretan suara yang meminta transparansi dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek Islamic Center. Publik mulai bertanya, apakah proyek ini menjadi “langganan perbaikan†tiap tahun demi menyerap anggaran tanpa solusi nyata?
Pemkab Kampar Masih Bungkam
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kampar belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan bahwa proyek perbaikan Islamic Center hanya sebatas tampilan luar dan gagal menangani kerusakan struktural yang nyata.
Masyarakat mendesak agar inspektorat daerah, DPRD, dan aparat penegak hukum turun tangan, agar anggaran publik tidak terus-menerus terbuang sia-sia hanya demi proyek yang tak kunjung tuntas.(jus)
Komentar Anda :