Pengamat: Pembenahan Taman Kota Bangkinang Bukan Pemborosan, Tapi Respon Kebutuhan Publik
Selasa, 16-09-2025 - 11:19:49 WIB
HkIndonesia – Rencana Pemerintah Kabupaten Kampar yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,8 miliar untuk pembangunan pedestrian sekaligus pembenahan drainase di kawasan Taman Kota Bangkinang mendapat tanggapan dari pengamat tata kelola publik dan lingkungan, Edi Marayo.
Menurutnya, penggunaan anggaran ini tidak bisa disebut pemborosan karena fokus utama dialokasikan untuk kebutuhan teknis dan fungsional. Selain memperindah kota, proyek ini juga menyelesaikan persoalan genangan air yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
“Porsi terbesar anggaran dipakai untuk pedestrian yang terintegrasi dengan pembenahan drainase. Jadi jelas ada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar mempercantik taman,” tegas Edi Marayo, Selasa (16/9).
Ia menegaskan, pembenahan taman kota tidak menghilangkan aset yang sudah terbangun. Justru kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan keindahan dan keserasian dengan pedestrian, tugu, serta pagar rumah dinas Bupati.
“Rencana ini bukan dadakan. Sejak masa Bupati Catur Sugeng Susanto, pembenahan taman kota dan pembangunan pedestrian sudah masuk dalam wacana. Sekarang hanya tinggal realisasi,” jelasnya.
Edi juga menilai langkah ini sebagai jawaban atas masukan masyarakat yang menilai Kota Bangkinang belum memiliki ruang publik yang nyaman.
“Taman kota yang tertata baik akan menjadi ruang interaksi sosial, tempat masyarakat menikmati kota sambil bersosialisasi. Ini wujud kepedulian Pemkab terhadap kualitas hidup warga,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa fokus Pemkab Kampar tetap pada pembangunan infrastruktur dasar. Dari total APBD, sekitar 70 persen masih diarahkan untuk jalan dan jembatan, sementara 20 persen lebih untuk program di bidang cipta karya.
“Pembangunan desa dan penataan kota ini dilakukan bertahap sesuai kemampuan daerah. Tidak mungkin semua kebutuhan masyarakat langsung terpenuhi dalam satu tahun, tetapi yang terpenting ada konsistensi tiap tahunnya,” pungkas Edi.
(Jup)
Komentar Anda :