Hambali Condong Lipe Tapanggang Setelah Dinasehati Ninik Mamak dan Tokoh Masyarakat Kampar
Senin, 27-10-2025 - 13:52:47 WIB
Bangkinang - Sikap dan pernyataan Sekda Kampar, Hambali, dalam video yang beredar terkait kondisi pemerintahan daerah, kini berbalik menjadi tekanan terhadap dirinya sendiri. Setelah pernyataan tersebut memancing reaksi dan kritik tajam, sejumlah ninik mamak dan tokoh masyarakat Kampar turun memberikan nasihat kepadanya.
Namun, nasihat itu tampaknya tidak membuahkan perbaikan situasi. Justru yang terjadi, posisi Hambali kini menjadi sorotan dan cibiran publik di media sosial. Banyak warga menilai sikapnya hanya memperkeruh keadaan dan merusak citra pemerintahan Kabupaten Kampar. Kondisi ini membuat Hambali dianggap seperti “lipe tapanggang” — istilah lokal yang menggambarkan seseorang yang kehilangan pegangan akibat langkahnya sendiri.
Tokoh masyarakat dan ninik mamak Kampar, Syafullah, menanggapi situasi ini secara tegas. Ia menyampaikan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi langsung.
“Apa yang kita buat pasti itu hasilnya. Kalau baik kita lakukan, pasti baik hasilnya. Dan sebaliknya,” ujar Syafullah kepada HKIndonesia, Senin (27/10/2025).
Syafullah menekankan bahwa adat Kampar mengajarkan kehati-hatian dalam bertutur dan bertindak, terutama bagi pejabat publik yang memegang tanggung jawab besar.
“Dalam adat kita, kata itu punya harga. Sekali keluar, tidak bisa diambil kembali. Masyarakat sekarang bukan tidak tahu. Mereka menilai,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa pejabat seharusnya menjadi penyejuk, bukan pemicu kegaduhan. Menurutnya, persoalan internal pemerintahan seharusnya diselesaikan melalui musyawarah, bukan diumbar ke ruang publik.
Sementara itu, belum ada keterangan lanjutan dari Hambali maupun pihak Pemerintah Kabupaten Kampar terkait arah penyelesaian polemik ini. Publik masih menunggu apakah situasi akan diredam secara internal atau terus berkembang menjadi konflik terbuka di tengah masyarakat.(*)
Komentar Anda :