Bupati Kampar Dorong Program Desa Berbasis Budaya
Selasa, 10-02-2026 - 12:34:03 WIB
Kampar – Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Kampar melalui program desa berbasis budaya. Hal tersebut disampaikannya kepada HKIndonesia, Selasa (10/02/2026).
Menurut Bupati, adat dan budaya merupakan jati diri masyarakat Kampar yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Pemerintah Kabupaten Kampar, kata dia, tidak ingin budaya hanya hidup dalam seremoni, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan memantau dan menilai desa serta wilayah yang masih aktif menjalankan adat dan budaya Kampar. Desa-desa yang dinilai konsisten menjaga tradisi akan mendapatkan dukungan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah melalui program desa berbasis budaya.
Selain adat dalam prosesi sosial, Bupati juga menyinggung budaya menyambut bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri yang selama ini hidup di tengah masyarakat Kampar. Tradisi seperti gotong royong membersihkan lingkungan dan rumah ibadah, mandi balimau kasai sebelum Ramadhan, tadarus Al-Qur’an, hingga takbiran keliling dari rumah ke rumah warga pada malam Lebaran dinilai sebagai kekayaan budaya religius yang perlu dijaga.
“Budaya-budaya ini harus tetap dipertahankan. Ini bukan hanya soal tradisi, tetapi juga kebersamaan dan identitas masyarakat Kampar,” ujarnya.
Sejumlah adat Kampar lainnya yang masih dijalankan masyarakat antara lain basiacuang, tradisi berbalas pantun adat yang dilakukan saat menerima sepasang pengantin baru, membuka acara adat, hingga sebelum makan bersama dalam suatu acara di rumah. Tradisi tersebut mencerminkan nilai kesopanan, penghormatan, dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati berharap program desa berbasis budaya dapat mendorong masyarakat untuk terus menjaga adat dan tradisi agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, hingga masyarakat di tingkat desa.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kampar menargetkan adat dan budaya tetap hidup dan berkembang sebagai identitas daerah yang kuat di tengah perubahan zaman.
Komentar Anda :