⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
LSM PENJARA DPC Kampar Usulkan Dua Terobosan Pendidikan Daerah Rumah Ilmu Negeri dan K-English 5.0 untuk Menyiapkan Generasi Kampar Berkarakter dan Siap Global
Kamis, 12-02-2026 - 18:03:04 WIB
TERKAIT:
   
 

 


 


Bangkinang, 12 Februari 2026— Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, mulai dari krisis karakter hingga tuntutan kompetensi global. Lembaga Swadaya Masyarakat PENJARA DPC Kabupaten Kampar mengajukan dua gagasan strategis sebagai model penguatan pendidikan daerah.


Dua program tersebut adalah Rumah Ilmu Negeri (RIN) Kampar dan K-English 5.0. Keduanya diusulkan sebagai konsep kebijakan pendidikan yang dapat dipertimbangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kampar serta Dinas Pendidikan  Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar.


Ketua LSM PENJARA DPC Kampar, Budi Hendra, SE, menegaskan bahwa kedua program ini lahir dari kegelisahan masyarakat sipil terhadap arah pendidikan yang semakin menjauh dari nilai dan realitas lokal.


“Pendidikan tidak boleh tercerabut dari akarnya. Kampar memiliki kekayaan adat, budaya, dan nilai religius yang luar biasa. Tugas kita adalah mengolahnya menjadi kekuatan untuk membangun generasi masa depan,” ujarnya.


Rumah Ilmu Negeri: Menghidupkan Kembali Ruang Belajar Masyarakat


Program Rumah Ilmu Negeri (RIN) Kampar dirancang sebagai model pendidikan nonformal berbasis komunitas. Ruang belajar tidak dibatasi tembok sekolah, melainkan dihidupkan kembali melalui surau, lapau, rumah adat, dan ruang publik.


Mengusung nilai Adat, Agama, Ilmu, dan Karya, RIN menempatkan tokoh adat, pendidik, seniman, dan masyarakat sebagai subjek pembelajaran. Anak-anak tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga etika sosial, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan.


Program ini diharapkan menjadi penguat pendidikan karakter sekaligus sarana regenerasi budaya Kampar.


K-English 5.0: Menjembatani Lokal dan Global


Sementara itu, K-English 5.0 diarahkan sebagai program penguatan mutu pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP, dengan pendekatan integratif berbasis budaya lokal.


Melalui metode project based learning, siswa diajak mempelajari Bahasa Inggris melalui cerita rakyat Kampar, adat istiadat, pariwisata, seni, hingga kehidupan sosial masyarakat. Hasilnya bukan hanya nilai akademik, tetapi juga karya kreatif dan konten digital yang merepresentasikan Kampar di ruang global.


Sekretaris LSM PENJARA DPC Kampar, Hendriko Ihsan, M.Pd, menyebut K-English 5.0 sebagai jembatan antara identitas lokal dan tantangan global.


“Kami ingin anak-anak Kampar tumbuh sebagai generasi yang percaya diri, terbuka terhadap dunia, namun tetap bangga dengan jati dirinya ,” katanya.


Mengundang Negara Hadir dalam Pendidikan


LSM PENJARA berharap kedua program ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan daerah serta membuka ruang dialog dengan Pemerintah Kabupaten Kampar.


“Kami tidak datang membawa kritik semata, tetapi solusi. Masa depan Kampar ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Sudah saatnya negara hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui pendidikan yang membumi dan relevan,” tutup Budi Hendra.


 




 
Berita Lainnya :
  • LSM PENJARA DPC Kampar Usulkan Dua Terobosan Pendidikan Daerah Rumah Ilmu Negeri dan K-English 5.0 untuk Menyiapkan Generasi Kampar Berkarakter dan Siap Global
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved