Wali Kota Banjar menghadiri kegiatan tradisi tahunan Ngikis yang digelar di Situs Marga Yuda
Minggu, 15-02-2026 - 19:48:29 WIB
Banjar – Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, menghadiri kegiatan tradisi tahunan Ngikis yang digelar di Situs Marga Yuda dan makam Raden eyang wirasantana Desa Jajawar, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin menjelang bulan Ramadan yang dilaksanakan oleh keluarga besar Marga Yuda dan eyang wirasantana sebagai bentuk silaturahmi serta persiapan spiritual menyambut bulan suci.
Wali Kota Banjar H. Sudarsono menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Banjar terhadap kegiatan silaturahmi tahunan tersebut.
“Kegiatan ini sangat baik karena menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar, saling memaafkan menjelang Ramadan, serta mendoakan para leluhur. Mudah-mudahan tradisi ini membawa berkah bagi masyarakat,” ujarnya.
Tradisi Ngikis diawali dengan ziarah kubur dan pembersihan makam para karuhun atau leluhur, termasuk makam eyang wirasantana Kegiatan dilanjutkan dengan tawasul dan doa bersama sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadan.
Salah satu perwakilan keluarga, Bunda Ikel, menyampaikan bahwa tradisi ini telah berlangsung turun-temurun sejak zaman nenek moyang.
“Sejak saya kecil sudah ada. Ini warisan dari eyang wirasantana Beliau mengajarkan agar kita melestarikan budaya, menjaga kebersihan makam, dan tetap menjalin silaturahmi. Tradisi ini mengingatkan kita bahwa pada akhirnya semua akan kembali kepada Tuhan,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan Ngikis rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang Ramadan. Selain membersihkan makam, keluarga juga menggelar doa bersama dan diakhiri dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Sementara itu, Kepala Bidang KebudayaanTato Karyanto Waluyo, menyampaikan bahwa Ngikis merupakan agenda tahunan masyarakat Desa Jajawar.
Rangkaian kegiatan meliputi pembersihan makam leluhur, tawasul, penggalian sejarah singkat mengenai karuhun, serta ditutup dengan doa dan makan bersama.
Tradisi ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat
Komentar Anda :