⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Jangan Terlena Penghargaan, Realitas Sampah Kota Banjar Masih Perlu Perhatian
Kamis, 26-02-2026 - 10:42:09 WIB
TERKAIT:
   
 

 


Banjar- Berkaitan dengan peraihan Penghargaan Pengelolaan Sampah dengan Predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih Tingkat Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, kami ucapkan selamat, namun demikian pengelolaan sampah dipandang masih perlu perhatian penuh, jangan sampai kontradiktif dan menjadi sangat ironis atas kondisi yang sebenarnya.


"Penghargaan itu salah satunya buah dari administrasi, trophy itu plakat, sertifikat itu kertas, tapi bau sampah dan karat kontainer itu realitas. Jangan sampai penghargaan ini hanya menjadi kosmetik politik di tengah minimnya pelayanan publik terhadap kebersihan lingkungan."


Penghargaan ini kami lihat sebagai apresiasi formal yang pahit, meski harus diakui Pemerintah Kota Banjar berhasil melakukan upaya administratif menempatkan diri dalam radar penilaian nasional. Namun, penghargaan ini terasa kontras—bahkan ironis—jika disandingkan dengan kondisi pengelolaan sampah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Perlu diketahui bersama, dibalik penghargaan yang diterima, angka capaian yang perlu diperhatikan untuk pengelolaan sampah di Kota Banjar. Data menunjukkan bahwa Recycling Rate  sampah di Kota Banjar di angka 45.96%. Capaian penanganan sampah di angka 70,84% dan capaian pengurangan sampah di angka 23,26% (Sumber: SIPSN Capaian Kinerja Pengelolaan Sampah https://sipsn.kemenlh.go.id/sipsn/public/data/capaian )


Artinya: Masih ada 29,16% sampah yang belum terkelola dengan sistem yang mumpuni, serta 54,04% sampah yang belum berhasil di Recycle. Sehingga penghargaan "Menuju Kota Bersih" diharapkan menjadi pengingat bahwa perjalanan dalam pengelolaan sampah masih sangat jauh, bukan justru menjadi alasan untuk berpuas diri seolah masalah sudah selesai.


Disamping itu, dalam pengelolaan sampah di Kota Banjar juga masih menyisakan permasalahan infrastruktur yang lumpuh,  adanya Kontainer sebagai sarana angkutan sampah yang rusak sekitar 50% yakni dari total 46 unit, hanya 23 unit yang berfungsi baik, sementara 15 unit rusak ringan dan 8 unit rusak berat.


Kita perlu menyoroti kondisi fisik di lapangan, baik dalam pengelolaan maupun prasarana terutama keberadaan kontainer sampah yang banyak mengalami kerusakan berat. Banyak titik pembuangan yang justru menjadi sumber penyakit dan menimbulkan bau tak sedap karena wadahnya bocor atau sudah tidak layak pakai.


Bagaimana mungkin kita menyandang predikat kota bersih jika sarana paling dasar seperti kontainer sampah saja terbiar keropos dan tidak terawat bertahun-tahun?


Kami mendesak Aksi Nyata Pemerintah Kota Banjar, khususnya dinas terkait, jangan sampai terlena dan hanya pandai tampil di panggung.


Segera lakukan langkah preventif, audit infrastruktur sampah dan mengganti kontainer yang rusak dalam kuartal pertama tahun ini. Tingkatkan target pengelolaan sampah secara drastis, buktikan bahwa penghargaan selaras dengan kondisi dilapangan. Tingkatkan juga pelayanan melalui prasarana yang memadai dan penguatan Bank Sampah serta edukasi pemilahan di tingkat rumah tangga. Kemudian juga berikan transparansi anggaran pengelolaan lingkungan hidup agar masyarakat tahu sejauh mana komitmen pemerintah dalam memperbaiki fasilitas publik.



Irwan Herwanto, S.IP
- Aktivis dan Pemerhati Sosial & Pemerintahan
- Ketua Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Banjar


 




 
Berita Lainnya :
  • Jangan Terlena Penghargaan, Realitas Sampah Kota Banjar Masih Perlu Perhatian
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved