Banjar- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali membuat kecewa bahkan keresahan bagi orangtua di Kota Banjar, setelah ia menemukan beberapa menu makanan yang disediakan oleh Yayasan Pakarti Boga Lestari melalui dapur SPPG Banjar 4, diduga sudah basi saat anaknya hendak berbuka puasa.
Dalam sebuah video berdurasi 33 detik, tampak makanan yang disebut sebagai candil yang menjadi bagian dari paket MBG terlihat seperti berlendir dan mengeluarkan bau asam.
Orang tua siswa, Novita Nur Octaviani, menyebut anaknya bersekolah di MI Plus Darul Huda dan menerima dua paket MBG karena memiliki dua anak yang bersekolah di sana.
Novita menyampaikan, makanan tersebut baru diperiksa ketika anak-anak akan menyantapnya pada waktu magrib.
Saat kemasan dibuka, ia mendapati beberapa makanan dalam kondisi lembek, berbau asam, bahkan ada yang kemasannya terlihat mengembung.
“Pas dicek kok lembek seperti lendir dan baunya asam. Bahkan ada yang kemasannya sudah melendung seperti ada gas,” ujarnya.
Selain candil, Ia juga menunjukkan beberapa menu yang diduga sudah tidak layak konsumsi, seperti olahan ubi, makanan bersantan, serta beberapa jenis takjil yang teksturnya berubah. Selain itu terdapat menu lain berupa ayam rebus, tahu tempe, kurma, jeruk, dan agar-agar.
Karena khawatir dengan kondisi makanan tersebut bisa berpotensi membahayakan kesehatan, ia memilih tidak memberikan makanan itu kepada anak-anaknya. Seluruh paket makanan akhirnya tidak dikonsumsi.
" Kalau misal anak saya sudah makan dan terjadi keracunan, siapa yang bertanggung jawab?” tanyanya.
Ia juga berharap pihak penyedia makanan dan pihak terkait dapat meningkatkan kualitas serta pengawasan dalam program MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kalau masakan bersantan dan mudah basi, seharusnya diperhatikan. Jangan sampai makanan yang seharusnya bergizi justru berpotensi membahayakan anak-anak,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, pengelola dapur dari SPPG Banjar 4 di bawah naungan Yayasan Pakarti Boga Lestari, yang diwakili oleh Latif, menyampaikan permohonan maaf kepada pihak orang tua dan masyarakat.
Dalam keterangannya, pihak dapur menyatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap menu yang dibagikan pada hari itu.
“Hapunten sateuacana bilih aya kakirangan atanapi kalepatan ti dapur. Ieu bade langsung di evaluasi perkawis menu anu dinten ayeuna. Hatur nuhun sateuacana,” ujarnya.
Pihak pengelola juga menyampaikan bahwa evaluasi akan dilakukan untuk memastikan kualitas makanan yang dibagikan kepada para siswa tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi. (Ucup)
Komentar Anda :