Jembatan Rumbio–Pulau Payung Mangkrak 7 Tahun, Tim Percepatan Desak Bupati Kampar Segera Bertindak
Kamis, 07-05-2026 - 12:34:21 WIB
KAMPAR – Kesabaran masyarakat Rumbio dan Pulau Payung tampaknya mulai habis. Setelah tujuh tahun pembangunan jembatan penghubung tak kunjung selesai, Tim Percepatan Pembangunan Jembatan Rumbio–Pulau Payung akhirnya resmi mengajukan permohonan audiensi kepada Bupati Kampar, Kamis (7/5/2026).
Surat permohonan tersebut disampaikan langsung kepada Bupati Kampar dan ditembuskan ke DPRD Kampar, Bappeda Kampar, serta Dinas PUPR Kabupaten Kampar sebagai bentuk keseriusan masyarakat dalam memperjuangkan pembangunan jembatan yang selama ini terbengkalai.
Penyerahan surat dilakukan oleh sejumlah pengurus tim, di antaranya H. Muaslam SH, Wahyudi SPi, Jayusman ST MT, dan Hamka.
Masyarakat menilai, mangkraknya pembangunan jembatan selama tujuh tahun merupakan bentuk lambannya perhatian terhadap kebutuhan rakyat kecil. Padahal, jembatan tersebut sangat vital sebagai akses penghubung Desa Rumbio menuju Pulau Payung yang setiap hari digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga urusan kesehatan.
“Sudah terlalu lama masyarakat menunggu. Jangan sampai janji pembangunan hanya menjadi bahan kampanye tanpa realisasi. Warga butuh kepastian, bukan harapan kosong,” tegas salah satu pengurus tim.
Keberadaan jembatan permanen ini diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta membuka akses yang lebih layak bagi warga.
Tim percepatan berharap Bupati Kampar segera mengambil langkah nyata dan tidak lagi membiarkan proyek tersebut terbengkalai tanpa kejelasan. Menurut mereka, pembangunan infrastruktur yang menyangkut kepentingan masyarakat luas tidak boleh terus-menerus tertunda.
“Kalau pemerintah serius membangun daerah, maka pembangunan jembatan Rumbio–Pulau Payung harus menjadi prioritas. Jangan biarkan masyarakat terus menunggu dalam ketidakpastian,” tutupnya.
Komentar Anda :