⋅ Galeri Foto ⋅ Advertorial
   
 
Hajat Bumi dan Mapag Tahun 1448 H, Warga Dusun Pager Batu Lestarikan Budaya dan Pererat Kebersamaan
Rabu, 17-06-2026 - 20:23:07 WIB
TERKAIT:
   
 

 


BANJAR – Warga Dusun Pager Batu, Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, menggelar tradisi Hajat Bumi yang dirangkaikan dengan kegiatan tutup tahun dan mapag Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.


Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi momentum masyarakat untuk bersyukur sekaligus melestarikan budaya warisan leluhur.


Acara yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta para sesepuh kampung ini telah menjadi tradisi tahunan yang terus dijaga oleh warga. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi dan berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan di lingkungan masyarakat.


Kepala Desa Batulawang, Yosep Irawan, menyampaikan bahwa tradisi Hajat Bumi merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur dan harus terus dilestarikan oleh generasi penerus.


"Hajat Bumi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas segala nikmat dan hasil bumi yang diberikan. Kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur," ujar Yosep.


Berbagai rangkaian acara digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari doa bersama, pembacaan dzikir dan shalawat, hingga pertunjukan seni budaya khas daerah.


Warga juga membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan di tahun yang akan datang.


Tokoh masyarakat Dusun Pager Batu, Ewong Raswan, mengatakan bahwa tradisi Hajat Bumi memiliki makna penting bagi masyarakat karena tidak hanya menjaga nilai budaya, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.


"Melalui kegiatan ini, kami mengucapkan syukur atas segala karunia yang telah diberikan Allah SWT. Selain itu, momentum pergantian tahun Hijriah ini menjadi kesempatan untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri agar menjadi lebih baik di tahun yang akan datang," katanya.


Menurut Ewong, keberlangsungan tradisi Hajat Bumi menjadi bukti bahwa masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Antusiasme warga terlihat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kegiatan. Masyarakat secara sukarela bergotong royong demi menyukseskan acara yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan suasana kekeluargaan.


Melalui kegiatan Hajat Bumi dan Mapag Tahun 1448 Hijriah ini, warga Dusun Pager Batu berharap kehidupan masyarakat semakin sejahtera, hasil pertanian melimpah, serta tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.


Tradisi tersebut juga diharapkan terus lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Desa Batulawang.


 




 
Berita Lainnya :
  • Hajat Bumi dan Mapag Tahun 1448 H, Warga Dusun Pager Batu Lestarikan Budaya dan Pererat Kebersamaan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sinergi Pemerintah Daerah dan Perbankan Syariah, Bupati Kampar Hadiri RUPS-LB BRK Syariah 2026
     
     

     

    Quick Links

     
    + Home
    + Redaksi
    + Disclaimer
    + Pedoman Berita Siber
    + Tentang Kami
    + Info Iklan
     

    Kanal

     
    + Nasional
    + Sumatera
    + Jabar
    + Riau
    + Kampar
    + Infrastruktur
     
     

     

     
    + Ekbis
    + Cityzen
    + Siaran Pers
    + Indeks Berita
     
     
    © 2020-2026 HKindonesia.com - Harian Kita Indonesia - Membangun untuk Indonesia, all rights reserved